Daffodil, Bunga Indah Dengan Risiko Kesehatan Tersembunyi

  • 01 Sep 2025 18:45 WIB
  •  Bengkalis

KBRN,Bengkalis: Bunga daffodil dikenal luas karena keindahannya. Di beberapa negara, bunga ini menjadi simbol harapan, kebahagiaan, hingga penyembuhan. Namun di balik tampilannya yang memesona, bunga daffodil ternyata mengandung racun yang berbahaya jika digunakan tanpa pengetahuan yang cukup.

Daffodil atau Narcissus pseudonarcissus merupakan tanaman yang berasal dari Eropa bagian utara. Bunga ini biasanya mekar pertama kali setelah musim dingin, sehingga kerap dianggap sebagai simbol awal yang baru atau harapan setelah masa sulit.

Dikutip dari alodokter, Ciri khas bunga daffodil adalah kelopaknya yang berwarna putih atau oranye cerah. Warna-warna ini membuat daffodil sering dijadikan penghias taman atau ruangan karena memberi kesan ceria dan segar. Namun, perlu diketahui bahwa seluruh bagian tanaman ini mengandung racun, terutama bagian umbi.

Meski beracun, daffodil telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi beberapa keluhan kesehatan. Di masa lampau, bagian tanaman ini pernah dimanfaatkan untuk meredakan batuk rejan, pilek, dan asma. Selain itu, kelopak bunga daffodil juga pernah digunakan sebagai obat oles untuk meredakan nyeri sendi atau luka ringan, karena diduga memiliki efek antinyeri.

Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk mendukung manfaat tersebut. Sebagian besar penelitian justru menyoroti potensi bahayanya, terutama jika digunakan tanpa pengawasan tenaga medis.

Potensi untuk Pengobatan Alzheimer

Salah satu kandungan penting dalam bunga daffodil adalah galantamine, sejenis alkaloid yang telah diteliti dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pada penderita Alzheimer. Galantamine bekerja dengan meningkatkan kadar zat kimia di otak yang berperan dalam proses belajar dan mengingat.

Ekstrak galantamine dari daffodil juga disebut dapat memperlambat penurunan daya ingat serta merelaksasi otot. Meski menjanjikan, penggunaan galantamine tetap harus berada di bawah pengawasan dokter karena daffodil bukan obat utama dan tidak dapat menyembuhkan Alzheimer sepenuhnya.

Meski memiliki potensi manfaat, bunga daffodil mengandung zat lycorine yang bersifat toksik. Jika tertelan atau mengenai kulit, zat ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti: Mual dan muntah, Diare, Gangguan pada mulut, lidah, dan tenggorokan, Penurunan kesadaran, Gangguan saraf hingga paru-paru, dalam kasus berat, bisa menyebabkan kematian. Selain itu, jika digunakan secara topikal atau dioleskan ke kulit, daffodil dapat menyebabkan iritasi parah akibat senyawa masonin dan homolycorin yang juga terkandung di dalamnya.

Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya menghindari penggunaan produk yang mengandung daffodil, antara lain:

- Ibu hamil dan menyusui

- Anak-anak

- Penderita gangguan hati atau ginjal

- Orang dengan sistem imun lemah

Penggunaan bunga daffodil, baik dalam bentuk suplemen, ekstrak, atau ramuan tradisional, sebaiknya hanya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Bunga daffodil memang indah dan memiliki simbolisme yang kuat dalam banyak budaya. Namun, penting untuk memahami bahwa tanaman ini juga mengandung racun yang dapat membahayakan kesehatan. Meski ada potensi manfaat dalam dunia medis, terutama untuk pengobatan Alzheimer, penggunaan bunga daffodil tetap harus diawasi secara ketat oleh tenaga medis. Jangan sampai tergoda manfaatnya tanpa memahami risikonya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....