Apakah Pijat Kretek Aman? Ini Penjelasan Ahli
- 21 Agt 2025 09:24 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis : Pijat kretek, atau lebih dikenal sebagai terapi tulang berbunyi "krek-krek", belakangan kembali populer di kalangan masyarakat Indonesia. Praktik ini dipercaya mampu mengatasi pegal-pegal, nyeri punggung, hingga masalah saraf terjepit.
Namun, benarkah pijat kretek aman untuk dilakukan? Atau justru menyimpan risiko tersembunyi? Dilansir dari artikel WebMD (Risks of Chiropractic Adjustments) ahli di bidang kesehatan dan terapi tulang memberikan beberapa penjelasan sebagai berikut :
- Apa Itu Pijat Kretek?
Pijat kretek merupakan metode terapi yang melibatkan tekanan atau dorongan pada sendi-sendi tubuh tertentu, seperti leher, punggung, dan pinggang, hingga menghasilkan bunyi “kretek” atau “krek”. Bunyi tersebut diyakini berasal dari pelepasan gas atau pergeseran antar sendi yang memberikan rasa lega dan nyaman bagi sebagian orang.
Praktik ini mirip dengan chiropractic yang berasal dari Barat, namun sering dilakukan oleh tukang pijat tradisional tanpa pelatihan medis formal.
- Pendapat Ahli: Berisiko Jika Dilakukan Sembarangan
dr. Ratna Widyasari, Sp.KFR, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dari Jakarta, menjelaskan bahwa pijat kretek tidak selalu berbahaya, tetapi sangat tergantung pada siapa yang melakukannya.
Ia juga menambahkan bahwa tidak semua kasus pegal atau nyeri cocok ditangani dengan metode ‘krek’. Ada kondisi tertentu seperti osteoporosis, hernia tulang belakang, atau skoliosis yang justru bisa memburuk akibat manipulasi kasar.
- Kasus Cedera Akibat Pijat Kretek
Beberapa rumah sakit di Indonesia mencatat kasus pasien yang datang dengan keluhan memburuk setelah menjalani pijat kretek. Gejalanya bisa berupa kesemutan, sulit berjalan, bahkan kelumpuhan sebagian.
Jika Anda mempertimbangkan terapi ini, perhatikan hal-hal berikut:
Pastikan Terapis Profesional
Carilah praktisi bersertifikat atau memiliki latar belakang medis seperti ahli chiropractic resmi atau fisioterapis.
Periksa Kondisi Kesehatan Anda Terlebih Dahulu
Jika Anda memiliki riwayat penyakit tulang, seperti skoliosis, hernia, atau pengeroposan tulang, konsultasikan dengan dokter sebelum terapi.
Waspadai Bunyi ‘Krek’ yang Berlebihan
Tidak semua ‘krek’ adalah tanda keberhasilan terapi. Terlalu sering memanipulasi sendi justru bisa membuat sendi longgar atau rusak.
Lakukan Secara Terbatas
Pijat kretek sebaiknya tidak dijadikan rutinitas mingguan. Gunakan hanya bila memang dibutuhkan dan dengan pengawasan profesional.
Pijat kretek bisa aman jika dilakukan oleh tenaga ahli dan pada kondisi yang tepat. Namun, jika dilakukan sembarangan oleh tukang pijat yang tidak memahami struktur tulang dan sendi, praktik ini bisa berbahaya dan memicu cedera jangka panjang.
Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih terapi alternatif dan tidak tergiur hasil instan tanpa mempertimbangkan risikonya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....