Kenali Buta Warna Parsial yang Sering Tak Disadari
- 19 Jul 2025 23:14 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis : Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan penglihatan warna, terutama jenis buta warna parsial. Gangguan ini membuat seseorang kesulitan membedakan warna tertentu, biasanya merah-hijau atau biru-kuning, namun tetap mampu melihat warna-warna lainnya secara umum.
Dikutip dari laman alodokter, buta warna parsial adalah kondisi yang terjadi ketika sel-sel kerucut pada retina mata tidak berfungsi dengan baik dalam menangkap spektrum warna tertentu. Kondisi ini umumnya bersifat genetik dan lebih sering dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Menurut data medis, sekitar 8% pria dan hanya sekitar 0,5% wanita di dunia mengalami bentuk buta warna ini.
Buta warna parsial dibagi menjadi beberapa jenis utama, antara lain:
Protanopia/Protanomali – Kesulitan membedakan warna merah.
Deuteranopia/Deuteranomali – Kesulitan membedakan warna hijau.
Tritanopia/Tritanomali – Kesulitan membedakan warna biru dan kuning, meski jenis ini sangat langka.
Gejalanya seringkali tak disadari sejak dini karena penderita menganggap persepsi warna mereka adalah normal. Banyak yang baru mengetahui kondisi ini saat menjalani tes buta warna untuk keperluan kerja, sekolah, atau perizinan mengemudi.
Meskipun buta warna parsial tidak membahayakan kesehatan mata secara keseluruhan, kondisi ini dapat menimbulkan hambatan dalam profesi tertentu seperti pilot, desainer grafis, teknisi listrik, hingga bidang militer. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting agar penderita dapat menyesuaikan pilihan karier dan strategi belajar yang tepat.
Deteksi buta warna parsial bisa dilakukan melalui tes Ishihara, yaitu serangkaian gambar dengan pola titik-titik warna yang membentuk angka atau simbol. Saat ini, beberapa aplikasi digital juga telah tersedia untuk skrining awal.
Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan buta warna, beberapa alat bantu seperti kacamata khusus buta warna atau teknologi berbasis augmented reality mulai dikembangkan untuk membantu penderita membedakan warna dengan lebih baik.
Penting bagi masyarakat, terutama orang tua dan tenaga pendidik, untuk memahami dan mengenali gejala buta warna parsial sejak dini. Anak-anak yang mengalami kondisi ini sering mengalami kesulitan saat belajar, terutama dalam pelajaran yang menggunakan warna sebagai penanda.
Dengan pemahaman yang lebih baik, lingkungan sekitar dapat memberikan dukungan dan solusi agar penderita buta warna parsial tetap bisa beraktivitas dan berprestasi tanpa hambatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....