Sejarah Payung Dari Pelindung Sinar Matahari hingga Hujan
- 30 Agt 2024 21:48 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Payung adalah alat yang digunakan untuk melindungi tubuh dari hujan dan sinar matahari. Payung yang dirancang khusus untuk melindungi dari panas matahari disebut parasol. Pabrik payung pertama dibangun di Baltimore, Maryland, pada 1928. Istilah payung dalam bahasa inggris “umbrella” berasal dari bahasa Latin “umbra,” yang berarti bayang-bayang.
Menurut laman Wikipedia, payung pertama kali ditemukan sekitar 4.000 tahun yang lalu, awalnya hanya sebagai pelindung dari sinar matahari. Inovasi dari Tiongkok mengembangkan payung tahan air dengan menggunakan lilin dan lak sebagai pelapis. Pada abad ke-16, payung menjadi populer di Eropa Utara, terutama karena hujan yang sering turun.
Awalnya payung dianggap aksesoris wanita, namun Jonas Hanway (1712-1786), seorang petualang sering membawa payung didepan publik, memperkenalkan penggunaannya sehinga para pria tertarik memakai payung. Payung menjadi sangat populer sehingga payung disebut “Teman Jalan” oleh para pria di Inggris.
Payung di Eropa awalnya terbuat dari kayu atau tulang paus dengan kain kanvas berminyak sebagai penutup. Untuk keindahan, payung ditambahkan desain berwarna dan gagang melengkung dari kayu keras.
Pada 1852, Samuel Fox menemukan rangka besi yang lebih efisien untuk menopang kain payung. Sejak saat itu, desain payung terus berkembang, dengan fokus pada kemudahan lipat untuk lebih praktis dibawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....