Santri TPQ At-Taqwa Lubuk Garam Dilatih Berani Tampil lewat Kisah Nabi

  • 05 Okt 2026 20:34 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pembelajaran Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Masjid At-Taqwa Desa Lubuk Garam, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, dikembangkan dengan metode yang lebih interaktif. Para santri tidak hanya belajar membaca dan menghafal ayat Al-Qur’an, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai Islam melalui kegiatan bercerita.

Kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung di TPQ Masjid At-Taqwa, Minggu, 4 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Sebanyak 20 santri mengikuti kegiatan dengan antusias.

Berbeda dengan pembelajaran pada pekan sebelumnya yang lebih berfokus pada pembacaan Al-Qur’an, kali ini santri diajak menghafal sekaligus memahami makna ayat-ayat suci. Pembelajaran kemudian dipadukan dengan sesi bercerita mengenai kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, pihak TPQ menyediakan buku kisah nabi bagi masing-masing santri. Buku tersebut menjadi bahan bagi santri untuk mempersiapkan cerita sebelum tampil di hadapan teman-temannya.

Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran Qori Mustika Arsy, Penyuluh Agama Islam Desa Lubuk Garam. Sebelum mengikuti kegiatan sebagai pendidik di TPQ At-Taqwa, Qori memperkenalkan diri kepada para santri dan tenaga pengajar, Zuir serta Nurul Adila.

Dalam sesi cerita Islami, para santri secara bergantian maju ke depan kelas untuk menyampaikan kisah perjalanan hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Meski masih dalam usia dini, para santri terlihat berusaha menyampaikan cerita dengan penuh semangat.

Sementara santri yang lain menyimak cerita yang disampaikan teman mereka. Suasana pembelajaran pun berlangsung lebih hidup karena para santri mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus berlatih tampil di depan orang lain.

Pendidik TPQ At-Taqwa, Zuir, mengatakan metode tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi pengetahuan agama, tetapi juga bagi perkembangan mental dan keberanian para santri.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini santri bisa lebih terbiasa tampil di depan umum, melatih keberanian mereka, dan yang terpenting tidak lupa dengan sejarah serta perjuangan Islam, terutama perjalanan Nabi Muhammad SAW,” ujar Zuir.

Menurutnya, kegiatan bercerita dapat menjadi salah satu cara untuk membuat proses belajar agama lebih menyenangkan bagi anak-anak. Santri tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan kembali apa yang telah mereka pelajari.

Guru TPQ At-Taqwa lainnya, Nurul Adila, bersyukur kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Ia berharap pembelajaran dengan kegiatan selingan tersebut dapat meningkatkan minat dan motivasi santri untuk mengikuti kegiatan TPQ.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan selingan seperti bercerita kisah nabi bisa memotivasi para santri TPQ untuk lebih giat dan semangat lagi hadir belajar di TPQ,” ungkap Nurul Adila.

Melalui kolaborasi antara tenaga pendidik TPQ dan Penyuluh Agama Islam, kegiatan pembelajaran di TPQ Masjid At-Taqwa diharapkan semakin beragam. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, kegiatan juga diarahkan untuk membentuk keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta karakter Islami para santri sejak dini.

Dengan pendekatan pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan, TPQ At-Taqwa terus berupaya menjadikan proses belajar agama sebagai kegiatan yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan karakter generasi muda Islam di Desa Lubuk Garam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....