Ponpes Ittihadul Muslimin Bekali Santri Karya Tulis Ilmiah

  • 30 Sep 2026 10:12 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Pondok Pesantren (Ponpes) Ittihadul Muslimin, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, membekali santri akhir KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al Islamiyyah) dengan kemampuan menyusun karya tulis ilmiah.

Pembekalan yang digelar di Aula Masjid Jami’ Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin tersebut menghadirkan Staf Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Siak, Ihsanul Hadi Alharzi, sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program akhir pendidikan santri KMI yang nantinya akan dilanjutkan dengan sidang Munaqasyah Ilmiah. Penyusunan karya tulis ilmiah juga menjadi salah satu persyaratan kelulusan bagi santri.

Melalui pembekalan tersebut, para santri mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun karya ilmiah secara sistematis. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun berkontribusi di tengah masyarakat.

Ihsanul Hadi, yang merupakan alumnus Ponpes Ittihadul Muslimin tahun 2008, membagikan pengalaman dan pengetahuannya dalam menyusun karya tulis ilmiah. Pengalaman tersebut diperkuat dengan latar belakang akademik serta keterlibatannya sebagai peserta dan hakim MTQ cabang Karya Tulis Ilmiah.

Dalam pembekalannya, Ihsanul Hadi menekankan bahwa kemampuan menulis ilmiah tidak hanya berkaitan dengan tuntutan akademik, tetapi juga dapat menjadi sarana dakwah dan kontribusi santri dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam.

“Menulis adalah bagian dari jihad ilmiah. Santri harus mampu menuangkan gagasan dan ilmu yang dimilikinya ke dalam bentuk tulisan yang sistematis, kritis, dan bermanfaat bagi umat,” ujar Ihsanul Hadi.

Para santri kemudian mendapatkan bimbingan teknis mengenai tahapan penyusunan karya ilmiah. Materi meliputi cara menentukan judul yang aktual dan faktual, menyusun latar belakang, merumuskan masalah, menentukan metodologi, membuat outline, hingga menyusun daftar pustaka.

Pembekalan juga dilengkapi dengan contoh karya santri terdahulu serta pengalaman narasumber dalam menyusun karya ilmiah. Hal tersebut menjadi bahan referensi sekaligus motivasi bagi para peserta.

Antusiasme santri terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah pertanyaan kritis disampaikan dalam sesi diskusi, menunjukkan ketertarikan peserta untuk memahami lebih jauh proses penyusunan karya ilmiah.

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika narasumber memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta. Santri yang mampu menjawab mendapatkan hadiah buku, sehingga mendorong peserta untuk lebih aktif mengikuti pembekalan.

Sementara itu, Direktur KMI Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Jamaludin, menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kemenag Kabupaten Siak atas sinergi dan dukungan dalam pembinaan santri, khususnya di bidang akademik dan pengembangan literasi.

“Terima kasih kepada Kantor Kemenag Siak atas kerja samanya. Kami berharap pembekalan ini menjadi awal terus tumbuhnya tradisi menulis di lingkungan pesantren dan para santri dapat menghasilkan karya-karya ilmiah yang bernilai tinggi, baik secara keilmuan maupun keislaman,” ungkap Jamaludin.

Menurutnya, pembekalan karya tulis ilmiah tidak hanya diarahkan untuk memenuhi persyaratan kelulusan santri KMI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bekal untuk membangun kemampuan berpikir kritis, menyusun gagasan secara sistematis, serta mendorong santri menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin dalam mengembangkan pendidikan Islam yang memadukan penguatan spiritual, keilmuan agama, dan kemampuan intelektual.

Melalui tradisi literasi yang terus dikembangkan, para santri diharapkan mampu memahami ilmu agama sekaligus mengolah pengetahuan, melahirkan gagasan, dan menyebarluaskannya melalui karya ilmiah yang bermanfaat bagi umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....