Claude Bantu Percepat Strategi Performance Marketing
- 29 Sep 2026 20:19 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara pelaku pemasaran digital menjalankan kampanye. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah Claude, yang tidak hanya digunakan untuk membuat tulisan, tetapi juga membantu riset, menyusun strategi kreatif hingga menganalisis data kampanye.
Dilansir dari Belajarlagi.com, Claude disebut dapat dimanfaatkan sebagai rekan kerja bagi performance marketer dalam berbagai tahapan pemasaran digital. Pemanfaatan Claude dapat dimulai dari riset audiens dan kompetitor. Pelaku pemasaran dapat memberikan informasi mengenai produk, target konsumen, hingga materi iklan kompetitor untuk membantu menemukan pain point, kebutuhan audiens, hook, maupun celah komunikasi yang dapat digunakan dalam kampanye.
Tahap berikutnya adalah penyusunan strategi kreatif. Claude dapat membantu membuat creative matrix yang menggabungkan berbagai angle, format dan hook. Dari satu konsep, marketer dapat mengembangkan sejumlah variasi materi promosi dengan tetap mempertahankan karakter komunikasi sebuah merek.
Claude juga dapat membantu pada tahap persiapan kampanye. Namun, menurut Belajarlagi, perannya lebih sebagai asisten berpikir, misalnya membantu menyusun struktur kampanye, membuat brief teknis dan merancang pola pengujian. Eksekusi langsung pada platform iklan tetap dilakukan melalui sistem yang tersedia.
Pemanfaatan AI juga dapat diperluas pada tahap evaluasi. Data performa dari platform iklan dapat dianalisis untuk mencari pola, misalnya ketika angka click-through rate (CTR) menurun, biaya iklan meningkat atau jumlah konversi tidak sesuai target.
Kemampuan tersebut membuat AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan konten, tetapi juga membantu marketer memahami data dan menentukan hal yang perlu diuji berikutnya.
Belajarlagi menyebut terdapat beberapa kekuatan Claude yang relevan untuk kebutuhan pemasaran, antara lain kemampuan menangani konteks yang panjang, mengubah data menjadi insight, menjaga konsistensi brand voice, serta terhubung dengan sumber data dan perangkat eksternal melalui Model Context Protocol atau MCP.
Meski demikian, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan manusia. Informasi yang dihasilkan AI perlu diverifikasi, terutama ketika berkaitan dengan angka, tren industri maupun informasi yang akan digunakan dalam laporan atau keputusan bisnis.
Claude juga tidak secara otomatis memahami seluruh kondisi pasar, karakter pelanggan maupun latar belakang keputusan sebuah kampanye. Karena itu, kualitas hasil sangat dipengaruhi oleh konteks dan instruksi yang diberikan pengguna.
Belajarlagi menyarankan penggunaan Claude dimulai secara bertahap. Marketer dapat memilih satu pekerjaan yang paling banyak menyita waktu, seperti riset audiens atau analisis laporan, kemudian memberikan konteks yang lengkap sebelum memperluas penggunaannya ke tahap lain.
Dengan pola tersebut, AI dapat menjadi bagian dari alur kerja pemasaran tanpa harus menggantikan peran manusia dalam menentukan strategi, anggaran, risiko bisnis dan keputusan akhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....