SLB Bumi Manggalo Pinggir Berjuang Beri Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
- 11 Sep 2026 12:40 WIB
- Bengkalis
RRI CO.ID, Bengkalis - Sekolah Luar Biasa (SLB) Bumi Manggalo yang berada di Jalan Swadaya, Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, terus berupaya memberikan pendidikan dan keterampilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Sekolah swasta yang dikelola Yayasan Bumi Manggalo tersebut menaungi jenjang TKLB, SDLB, SMPLB hingga SMALB. Saat ini, sekolah tersebut memiliki sebanyak 53 siswa dengan didukung sekitar 10 tenaga pendidik. SLB Bumi Manggalo juga telah terakreditasi.
Kepala SLB Bumi Manggala, Aulia Nur Izzah mengatakan sekolah tersebut telah berdiri sejak 2010. Pada awal berdirinya, kegiatan pendidikan masih menumpang di rumah salah seorang warga di kawasan Balai Raja.
"SLB ini berdiri sejak tahun 2010. Awalnya kami masih menumpang di rumah salah satu warga di Balai Raja," ujar Aulia pada Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, pendirian SLB Bumi Manggalo berangkat dari kepedulian yayasan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan akses pendidikan di daerah tempat tinggal mereka.
"Pemikiran awal yayasan adalah bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa mendapatkan pendidikan di daerahnya sendiri," katanya.
Aulia mengungkapkan, pada masa awal berdiri, pihak sekolah bahkan harus turun langsung ke lapangan untuk mencari siswa. Guru bersama kepala sekolah mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan bagi mereka.
Upaya tersebut dilakukan dengan penuh semangat hingga sekolah terus berkembang. Dalam perjalanannya, SLB Bumi Manggalo juga mendapat dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui sejumlah bantuan yang mendukung proses pendidikan dan pengembangan keterampilan para siswa.
Salah satu keterampilan yang diajarkan adalah kriya kayu. Keterampilan tersebut diberikan kepada siswa dengan berbagai kondisi kebutuhan khusus, termasuk tunarungu dan tunagrahita.
Meski memiliki keterbatasan, para siswa tetap didorong untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka. Bahkan, sejumlah hasil karya dan kemampuan siswa SLB Bumi Manggalo telah mampu bersaing hingga tingkat nasional dan meraih prestasi.
Salah seorang guru senior SLB Bumi Manggalo, Drs. Wartoni, mengatakan para siswa juga mendapatkan pembelajaran keterampilan membuat berbagai produk kerajinan.
Wartoni yang sebelumnya pernah mengajar di sekolah swasta Cendana Duri itu memilih tetap mengabdikan diri di dunia pendidikan anak berkebutuhan khusus setelah memasuki masa pensiun.
"Anak-anak di sini diberikan keterampilan seperti membuat aksesori, tempat HP, gantungan kunci, mainan dan berbagai kerajinan lainnya," kata Wartoni.
Namun, menurut Wartoni, hasil karya para siswa tersebut saat ini belum dipasarkan secara luas. Padahal, keterampilan tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih mandiri dan produktif.
Di sisi lain, keberadaan SLB Bumi Manggala masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan akses menuju lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota.
Aulia mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi tingkat kehadiran sebagian siswa. Beberapa siswa terkadang tidak dapat mengikuti pembelajaran karena orang tua mengalami kendala dalam mengantar dan menjemput anak mereka.
"Kesulitan yang kami hadapi saat ini adalah akses menuju sekolah. Ada anak-anak yang sudah mendaftar, tetapi terkadang tidak masuk karena orang tua membutuhkan waktu dan biaya untuk mengantar mereka ke sekolah," ungkapnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, pihak sekolah berharap dukungan dari berbagai pihak terus diberikan agar anak-anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pinggir dan sekitarnya dapat memperoleh pendidikan yang layak sekaligus mengembangkan keterampilan sesuai potensi masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....