Calon Pengantin Diberikan Bimbingan Perkawinan untuk Keluarga Berkualitas
- 05 Sep 2026 12:45 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pernikahan bukan sekadar kesiapan menuju akad, tetapi juga membutuhkan bekal untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Hal inilah yang terus diperkuat Kantor Urusan Agama (KUA) Pinggir melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan XIV Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Balai Nikah KUA Pinggir.
Bimwin menjadi bagian dari ikhtiar KUA Pinggir dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan keagamaan, kesiapan mental, serta pemahaman praktis mengenai kehidupan berumah tangga.
Melalui pembekalan tersebut, calon pengantin diarahkan untuk memahami kehidupan pernikahan membutuhkan kemampuan membangun komunikasi, menjalankan tanggung jawab, mengelola perbedaan, menyelesaikan persoalan, serta menjaga keharmonisan keluarga. Bimwin Angkatan XIV dibuka oleh Penghulu KUA Pinggir, Ria Suardi, Jumat 4 September 2026, menekankan pentingnya kesiapan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Menurut Ria, pernikahan merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen dan kesiapan dari kedua belah pihak. Karena itu, Bimwin diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai prosesi pernikahan, tetapi juga membekali peserta menghadapi berbagai dinamika setelah akad.
“Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga tentang menyatukan visi, tanggung jawab, dan komitmen untuk membangun keluarga. Melalui Bimbingan Perkawinan, calon pengantin diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga,” ujar Ria Suardi.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti pembekalan dengan serius dan aktif berdiskusi sehingga materi yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam membangun keluarga yang harmonis.
Materi pertama disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Pinggir, Yessi Novrianty, dengan tema Dinamika Perkawinan.
Dalam pemaparannya, Yessi mengajak peserta memahami berbagai dinamika yang berpotensi muncul dalam kehidupan rumah tangga, mulai dari perbedaan karakter, pola pikir, kebiasaan, hingga cara menyelesaikan persoalan.
Peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya komunikasi terbuka, sikap saling menghargai, pengendalian emosi, serta kemampuan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana. Berbagai materi juga dikaitkan dengan situasi yang dekat dengan kehidupan calon pasangan. Pembahasan berlangsung secara komunikatif. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang mungkin dihadapi dalam kehidupan berumah tangga.
Selanjutnya, Penghulu KUA Pinggir, Ria Suardi, menyampaikan materi Keluarga Sakinah. Materi ini mengarahkan peserta memahami konsep keluarga yang dibangun atas dasar ketenteraman, kasih sayang, tanggung jawab, serta nilai-nilai agama.
Ria menekankan keluarga harmonis tidak terbentuk secara instan. Diperlukan komunikasi yang baik, kesediaan saling memahami, pelaksanaan hak dan kewajiban, serta komitmen bersama untuk membangun kehidupan keluarga berdasarkan nilai-nilai keagamaan.
“Keluarga sakinah merupakan sebuah proses yang membutuhkan komitmen bersama antara suami dan istri,” menjadi salah satu penekanan dalam pembekalan tersebut.
Materi berikutnya disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Pinggir, Lihot Simamora, dengan tema Fikih Munakahat.
Melalui materi tersebut, peserta diperkuat pemahamannya mengenai ketentuan perkawinan dalam perspektif hukum Islam. Pembahasan mencakup berbagai aspek penting yang menjadi landasan dalam menjalankan kehidupan perkawinan sesuai tuntunan agama, termasuk pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami maupun istri.Pemahaman fikih munakahat dinilai penting agar calon pengantin memiliki pengetahuan yang memadai untuk menjalankan kehidupan rumah tangga dengan berpedoman pada nilai-nilai Islam.
Seluruh rangkaian Bimwin berlangsung dalam suasana interaktif. Peserta mengikuti materi dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi maupun tanya jawab. Interaksi antara narasumber dan peserta membuat proses pembekalan tidak berjalan satu arah. Berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan keluarga turut menjadi bahan pembahasan sehingga peserta memperoleh perspektif yang lebih praktis mengenai kehidupan setelah pernikahan.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pembekalan bagi calon pengantin tidak hanya membutuhkan materi teoritis, tetapi juga pemahaman praktis yang dapat diterapkan dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.
Kepala KUA Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, mengapresiasi pelaksanaan Bimwin Angkatan XIV sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan bagi calon pengantin. Menurutnya, keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkualitas. Karena itu, pembinaan perlu dilakukan sejak pasangan belum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Bimbingan Perkawinan merupakan ikhtiar kita untuk memastikan calon pengantin tidak hanya siap melaksanakan akad, tetapi juga siap menjalani kehidupan setelahnya. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama Bimwin dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lahir keluarga yang sakinah, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” ungkap R. Hadi Peratama Jaya.
Ia menambahkan, KUA Pinggir akan terus berupaya menghadirkan pembinaan dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan keluarga. Sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan peserta, rangkaian Bimwin Angkatan XIV Tahun 2026 ditutup dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta.
Penyerahan sertifikat secara simbolis dilakukan oleh Penghulu KUA Pinggir, Endang Suntana. Sertifikat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi peserta sekaligus penanda telah selesainya rangkaian pembekalan calon pengantin. Melalui Bimbingan Perkawinan Angkatan XIV Tahun 2026, KUA Pinggir terus memperkuat perannya dalam mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap mengucapkan janji pernikahan, tetapi juga siap menjalani tanggung jawab kehidupan berumah tangga.
Ikhtiar tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong terbentuknya keluarga yang sakinah, harmonis, dan berketahanan, sekaligus memperkuat peran KUA dalam memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....