Kualitas Udara Membaik, Disdik Bengkalis Izinkan Sekolah Tatap Muka 28 Agustus
- 28 Agt 2026 09:22 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pendidikan resmi mengizinkan seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai Jumat, 28 Agustus 2026. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 1221 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 27 Agustus 2026.
Kebijakan ini diambil setelah adanya perbaikan kualitas udara. Berdasarkan koordinasi dengan instansi terkait, Dinas Pendidikan mencatat parameter polusi udara di Bengkalis dalam dua hari terakhir mengalami penurunan dan saat ini berada pada level "Sedang". Sebelumnya, pada 26 Agustus, pembelajaran sempat dialihkan ke daring melalui SE Nomor 1203 Tahun 2026 karena kabut asap akibat karhutla.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo menyebut keputusan kembali tatap muka tetap dibarengi prinsip kehati-hatian. "Kami memberi kelonggaran untuk pembelajaran tatap muka mulai 28 Agustus, dengan catatan sekolah mengurangi kegiatan luar ruangan dan memastikan proses belajar sederhana, efektif, tidak membebani murid," ujar Hadi. Ia menambahkan edaran ini bersifat dinamis dan dapat disesuaikan lagi tergantung perkembangan kondisi udara.
Selain mengizinkan tatap muka, edaran tersebut memuat 6 poin penting. Di antaranya imbauan wajib memakai masker, menerapkan pola hidup sehat, menjaga kualitas udara di rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala sakit seperti batuk, sesak, atau iritasi mata. Sekolah juga diminta menjaga sirkulasi udara di kelas agar tetap baik.
Dinas Pendidikan juga menugaskan Korwilcam, Pengawas, dan Penilik untuk melakukan pemantauan di wilayah kerja masing-masing dan melaporkan perkembangan secara berkala. Hal serupa berlaku bagi sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, PKBM, dan satuan pendidikan lain di luar kewenangan Disdik Bengkalis untuk menyesuaikan kebijakan ini.
Menanggapi keputusan tersebut, warga Bengkalis menyambut positif. Salah seorang warga, Rina, mengaku lega anaknya bisa kembali belajar di sekolah. "Dua hari daring karena asap memang bikin anak bosan dan susah fokus. Kami setuju sekolah dibuka lagi, asal tetap jaga kesehatan. Masker dan cuci tangan jangan sampai kendor," kata Rina.
Dinas Pendidikan menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Jika dalam beberapa hari ke depan kualitas udara kembali memburuk, maka pembelajaran dapat kembali dievaluasi. "Kita belajar dari karhutla bahwa pendidikan harus adaptif. Sehat dulu, baru prestasi bisa dikejar," tutup Hadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....