Seminar Internasional ISNJ-UiTM Bahas Masa Depan Tenun Melayu Digital

  • 20 Agt 2026 08:22 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID Bengkalis - UiTM Melaka dan Point College Malaysia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam Seminar Internasional Kewirausahaan Berkelanjutan di Bengkalis, Rabu 19 Agustus 2026 di Aula ISNJ Bengkalis, yang ditutup dengan penyerahan cinderamata dan santapan rohani oleh Ustadz Abdul Muhaimin Kholili Bin Mohd Iskanda dari Malaysia.

MoU tersebut menjadi puncak dari seminar bertema "Kewirausahaan Berkelanjutan: Transformasi Digital dan Masa Depan Industri Kreatif Tenun Melayu" yang dihadiri Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Dr. Rinto, S.E, M.Si, jajaran dosen, serta mahasiswa dan pelaku UMKM tenun. Kehadiran Kepala Bappeda Bengkalis menjadi penting untuk menyelaraskan pengembangan industri kreatif tenun dengan program pembangunan daerah.

foto bersama usai penandatanganan MoU antara pihak ISNJ Bengkalis, UiTM Melaka dan Point College Malaysia

Rektor ISNJ Bengkalis Dr. Khadijah Ishak, S.Hi, M.ESy, menegaskan kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk membawa tenun Melayu go digital. "Tenun Melayu bukan sekadar kain, tapi identitas dan marwah Melayu. Melalui kolaborasi internasional dengan UiTM ini, kita ingin mendorong mahasiswa dan pengrajin untuk berani bertransformasi digital, agar tenun Melayu bisa berkelanjutan dan mendunia," tegasnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Yayasan Bangun Insani Dr. H. Mohammad Isa Selamat. Menurutnya, sinergi lintas negara ini membuka peluang kerja baru. "Kami di yayasan sangat mendukung sinergi internasional seperti ini. Ini bukan hanya tentang seminar, tapi tentang membangun masa depan industri kreatif Melayu yang berkelanjutan dan membuka peluang kerja bagi lulusan," ujarnya.

Dari pihak Malaysia, Dr. Hainnur Aqma Rahim dari UiTM Melaka menyoroti urgensi digitalisasi warisan budaya. "Malaysia dan Indonesia memiliki akar budaya yang sama. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membawa tenun Melayu masuk ke pasar global melalui e-commerce, branding digital, dan inovasi desain kreatif tanpa menghilangkan nilai tradisinya," jelasnya.

Secara teknis, seminar mengupas strategi pemasaran digital mulai dari pemanfaatan marketplace, fotografi produk, hingga pentingnya storytelling budaya untuk menarik minat generasi muda terhadap tenun Melayu.

Sebelum penutupan, peserta mendapatkan santapan rohani dari Ustadz Abdul Muhaimin Kholili Bin Mohd Iskanda dari Malaysia yang menekankan pentingnya keberkahan dan keikhlasan niat dalam berwirausaha melestarikan warisan budaya Melayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....