Mengenang Jasa Ibu Fatmawati, Penjahit Sang Saka Merah Putih
- 16 Agt 2026 17:54 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Setiap kali bendera Merah Putih berkibar ada sejarah panjang yang ikut dikenang. Di balik bendera yang menjadi simbol negara Indonesia, terdapat sosok Ibu Fatmawati, perempuan yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Menurut Kementerian Sosial Republik Indonesia,Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Ia kemudian menjadi istri Presiden Soekarno dan dikenal sebagai Ibu Negara pertama Indonesia.
Namun perannya dalam sejarah kemerdekaan tidak hanya sebagai pendamping Presiden. Fatmawati juga memberikan kontribusi penting melalui bendera Merah Putih yang dijahitnya sendiri.
Kisah tersebut bermula ketika Fatmawati mendengar bendera Indonesia belum tersedia untuk keperluan Proklamasi. Ia kemudian berinisiatif membuat sendiri bendera Merah Putih.
Saat itu Fatmawati sedang dalam kondisi hamil besar, dengan menggunakan mesin jahit yang digerakkan dengan tangan, ia menjahit bendera berukuran sekitar 2 x 3 meter di ruang makan. Proses tersebut tidak dilakukan dalam waktu singkat bendera Merah Putih itu baru selesai dijahit setelah sekitar dua hari. Bendera tersebut kemudian menjadi bendera yang pertama kali dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.
Pada pagi 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Pada momen bersejarah tersebut,bendera Merah Putih hasil jahitan Fatmawati dikibarkan. Sejak saat itu,bendera tersebut menjadi bagian penting dari sejarah kemerdekaan Indonesia.
Masih dari laman Kementerian Sosial bendera yang dijahit Fatmawati tersebut bertahun-tahun digunakan dalam upacara kenegaraan. Karena usianya semakin tua,bendera tersebut kemudian digantikan dengan duplikat dan disimpan sebagai Bendera Pusaka.
Kisah Fatmawati memberikan gambaran bahwa perjuangan untuk kemerdekaan tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Ada orang yang berjuang melalui keahlian, pemikiran, pekerjaan dan pengorbanan yang mereka miliki. Fatmawati memberikan kontribusi melalui sesuatu yang terlihat sederhana, yaitu menjahit selembar kain, namun hasil pekerjaannya kemudian menjadi bagian dari salah satu momen paling penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Jasa Fatmawati kemudian mendapat pengakuan negara yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/TK/2000 tanggal 4 November 2000.
Fatmawati meninggal dunia pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur setelah mengalami serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang dari Arab Saudi. Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Untuk mengenang jasanya, berbagai peninggalan dan tempat yang berkaitan dengan Fatmawati juga terus dirawat. Di Bengkulu terdapat Monumen Fatmawati yang menggambarkan dirinya sedang menjahit bendera Merah Putih. Rumah yang pernah ditempatinya juga dijadikan museum.
Kini setiap bulan Agustus Merah Putih kembali dikibarkan berbagai tempat seperti di rumah,sekolah,perkantoran, jalanana, hingga ruang publik. Di balik setiap pengibaran Merah Putih, kita dapat mengingat kemerdekaan tidak lahir begitu saja. Ada banyak pejuang yang memberikan tenaga,pikiran,waktu bahkan pengorbanan demi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....