Lulusan Pemuncak IPK 3,93, Suriyana Buktikan Anak Petani Mampu Berprestasi
- 10 Agt 2026 07:40 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Suriyana Agustina Puteri, merupakan putri pasangan Idi dan Katmirah, menjadi salah satu lulusan pemuncak pada Wisuda Sarjana IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Sabtu 8 Agustus 2026. Putri petani asal Bengkalis tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93.
Di balik prestasi akademik yang diraihnya, Suriyana menjalani perjuangan yang tidak mudah. Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), ia tetap berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliahnya dengan bekerja sambil menempuh pendidikan.
Suriyana bekerja di sebuah usaha fotokopi untuk membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah. Kesibukan bekerja tidak membuatnya mengesampingkan pendidikan. Ia justru berusaha membagi waktu antara pekerjaan, aktivitas sehari-hari, dan kewajiban sebagai mahasiswa.
Saat ditemui RRI dalam suasana wisuda, Suriyana mengatakan keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan membutuhkan keberanian untuk menyeimbangkan berbagai aktivitas, namun tetap menempatkan belajar sebagai prioritas utama.
“Kalau ingin meraih keberhasilan dan mempertahankan nilai, kita harus berani menyeimbangkan antara kegiatan sehari-hari dan kegiatan belajar. Tapi belajar harus tetap lebih diprioritaskan,” ujar Suriyana.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar pendidikan. Dukungan beasiswa KIP dan kemauan untuk bekerja sambil kuliah menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya meraih prestasi akademik.
Usai menyandang gelar sarjana, Suriyana belum ingin berhenti belajar. Ia berencana mencari peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Di sisi lain, ia juga ingin mendapatkan kesempatan bekerja agar dapat mempraktikkan ilmu yang telah diperolehnya selama menempuh pendidikan di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
“Setelah wisuda, saya ingin mencari peluang untuk melanjutkan pendidikan ke pascasarjana. Sambil mencari kesempatan tersebut, saya juga ingin bekerja dan mempraktikkan ilmu yang sudah saya dapatkan selama kuliah,” ungkapnya.
Kisah Suriyana menjadi gambaran bahwa keterbatasan latar belakang ekonomi tidak semestinya menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan prestasi. Dengan kemauan belajar, kerja keras, serta kemampuan mengatur waktu, anak petani dari Bengkalis itu mampu menorehkan prestasi dengan IPK 3,93 dan menjadi lulusan pemuncak pada wisuda sarjana IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....