KKM ISNJ Bengkalis Ajak 85 Siswa SDN 20 Bantan Stop Bullying

  • 01 Agt 2026 18:46 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syari'ah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis menggelar aksi nyata pencegahan perundungan (bullying) di SD Negeri 20 Kecamatan Bantan, Desa Bantan Tengah, Sabtu, 1 Agustus 2026. Sebanyak 85 siswa dari kelas I hingga kelas VI mengikuti sosialisasi, deklarasi, dan penandatanganan komitmen Stop Bullying yang berlangsung di halaman sekolah.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung Kepala SD Negeri 20 Bantan, Basuni, beserta majelis guru. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis sekaligus dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan daerah ramah anak serta mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Siswa-siswa SD Negeri 20 Bantan berfoto stop bullying (Foto : RRI/TSM)

Sosialisasi dipandu Koordinator Desa (Kordes) KKM ISNJ Bengkalis, Agustiawan. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan kepada para siswa mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan terhadap korban, hingga pentingnya membangun budaya saling menghormati dan saling menghargai di lingkungan sekolah.

Menurut Agustiawan, bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, hinaan, pengucilan, intimidasi, hingga perundungan melalui media digital. Dampaknya pun sangat serius karena dapat mengganggu kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memengaruhi prestasi belajar korban.

"Karena itu, jangan pernah mengejek atau menyakiti teman. Jika melihat ada teman yang menjadi korban perundungan, bantulah dan segera laporkan kepada guru. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua anak," ujar Agustiawan.

Usai penyampaian materi, seluruh siswa bersama-sama membacakan Deklarasi Stop Bullying. Dalam deklarasi tersebut, para siswa berkomitmen menolak segala bentuk perundungan, menghargai setiap perbedaan, menggunakan tutur kata yang baik, berani mengatakan tidak terhadap bullying, membantu korban, melaporkan setiap tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Sebagai simbol komitmen bersama, deklarasi dilanjutkan dengan penandatanganan petisi penolakan bullying pada sebuah spanduk. Seluruh 85 siswa secara bergantian membubuhkan tanda tangan, diikuti Kepala SD Negeri 20 Bantan, para guru, serta mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis sebagai wujud tekad bersama menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan.

Agustiawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan ramah bagi anak.

"Melalui kegiatan ini kami berharap tumbuh kesadaran sejak dini bahwa bullying bukanlah hal yang wajar dan tidak boleh dianggap sebagai candaan. Anak-anak harus berani saling mengingatkan, saling menghargai, dan saling menyayangi. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 20 Bantan, Basuni, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis yang memilih edukasi pencegahan bullying sebagai salah satu program pengabdian di sekolahnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis atas edukasi yang diberikan kepada anak-anak. Materi ini sangat bermanfaat untuk membangun karakter peserta didik. Kami berharap deklarasi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari bullying," ujar Basuni.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama serta yel-yel yang diikuti seluruh peserta sambil mengangkat tangan kanan dan meneriakkan, "Stop Bullying! Sekolah Aman, Anak Nyaman!" sebagai simbol tekad bersama menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan bebas dari segala bentuk perundungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....