Bengkalis Pernah Menjadi Pusat Perdagangan Kerajaan Melaka
- 31 Jul 2026 20:37 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Bengkalis pernah menjadi salah satu pusat perdagangan penting di bawah kekuasaan Kerajaan Melaka. Posisinya yang strategis di Selat Melaka menjadikan wilayah ini berkembang sebagai pelabuhan dagang yang ramai dan berperan dalam aktivitas perdagangan maritim di kawasan Asia Tenggara.
Hal tersebut diungkapkan dalam buku Jejak Warisan Rumpun Melayu karya Dr. Mohammad Isa Selamat yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa Melayu Melaka. Dalam buku tersebut dijelaskan Bengkalis telah berada di bawah penguasaan Kerajaan Melaka sejak masa pemerintahan Sultan Mansur Shah.
Mohammad Isa Selamat menulis, pada masa itu Sultan Mansur Shah mengirim Bendahara Tun Perak ke Bengkalis sebagai bagian dari ekspedisi memperluas pengaruh Kerajaan Melaka di pesisir timur Pulau Sumatera. Setelah ekspedisi tersebut, Bengkalis menjadi bagian dari wilayah Melaka dan berkembang menjadi pusat perdagangan serta pelabuhan yang pesat.
Letaknya yang berada di jalur utama Selat Melaka menjadikan Bengkalis sebagai persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai daerah. Kondisi itu membuat wilayah ini memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan para pedagang dari luar kawasan.
| Baca juga: Sejarah Tanggal Berdirinya Bengkalis |
Dalam buku tersebut juga dijelaskan, setelah berada di bawah kekuasaan Melaka, Bengkalis beberapa kali mengalami pergantian pemerintahan. Wilayah ini berada di bawah Kerajaan Melaka pada periode 1400 hingga 1641. Setelah itu Bengkalis berada di bawah Kerajaan Johor, sempat dikuasai Kesultanan Aceh, kembali menjadi bagian Johor, kemudian berada di bawah Kesultanan Siak hingga akhirnya dikuasai Belanda.
Selain menjadi pusat perdagangan, Bengkalis juga memiliki peranan penting dalam distribusi hasil bumi dari pedalaman Sumatera. Emas dan timah dari kawasan hulu Sungai Siak diangkut melalui jalur sungai menuju Pelabuhan Bengkalis sebelum diperdagangkan ke Melaka maupun ke berbagai wilayah lainnya. Aktivitas tersebut menjadikan Bengkalis sebagai salah satu simpul perdagangan yang bernilai ekonomi tinggi pada masanya.
Menurut Mohammad Isa Selamat, posisi strategis Bengkalis menyebabkan wilayah ini menjadi rebutan berbagai kekuatan politik. Penguasaan terhadap Bengkalis dinilai sama pentingnya dengan penguasaan Melaka karena kedua wilayah tersebut menguasai jalur pelayaran di Selat Melaka yang menjadi pusat perdagangan dunia saat itu.
Melalui catatan sejarah tersebut, Bengkalis tidak hanya dikenal sebagai daerah pesisir, tetapi juga sebagai bagian penting dari perkembangan peradaban maritim Melayu. Perannya sebagai pelabuhan perdagangan membuktikan Bengkalis telah menjadi kawasan yang memiliki nilai strategis dalam jaringan perdagangan internasional sejak berabad-abad silam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....