Kisah di Balik Hamparan Panen Raya Padi Seluas 540 Hektar di Desa Kemuning Muda
- 31 Jul 2026 01:31 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Siak - Di balik hamparan panen raya padi seluas 540 hektar di Desa Kemuning Muda, Kecamatan Bunga Raya, Siak, ada kisah inspiratif dari ibu-ibu petani yang menjadi sorotan 8 mahasiswa KKM Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) yang telah mengabdi sepekan di desa tersebut.
Jika biasanya panen identik dengan kaum bapak, di Kemuning Muda, ibu-ibu tani turut terjun langsung ke lumpur sawah sejak pagi. Kehadiran mereka bersama mahasiswa KKM pada panen raya Kamis 30 Juli 2026, menjadi pemandangan yang penuh makna gotong royong.
Salah satu mahasiswi KKM ISNJ, Lidya, mengaku sangat terinspirasi melihat ketangguhan para ibu-ibu petani.
"Kami kira yang panen hanya bapak-bapak, ternyata ibu-ibu di sini luar biasa kuat dan cekatan. Mereka sambil menggendong semangat, sambil bercanda, tapi hasilnya cepat. Ini pelajaran mental yang luar biasa bagi kami mahasiswi," ujar Lidya.
Lidya menambahkan, pengalaman sepekan bersama Ketua KKM Iqbal, Fahri, Dimas, Nuha, Wani, Yusra dan Mutia ini mengubah pandangannya tentang arti kemandirian perempuan desa.
"Ibu-ibu ini tidak hanya urus rumah, tapi juga jadi penopang ekonomi keluarga dari sawah. Mereka tetap semangat meski harga gabah masih di bawah standar nasional," tambahnya.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh salah seorang ibu petani, Ibu Juminten (45), anggota Kelompok Wanita Tani Kemuning Muda.
"Sudah biasa kami ikut panen, Bu. Kalau musim panen raya begini, semua turun, bapak, ibu, anak. Kami dari 11 kelompok tani ini saling bantu. Mesin memang ada, tapi untuk bagian-bagian tertentu tetap butuh tangan ibu-ibu biar bersih," kata Juminten.
Juminten yang telah bertani puluhan tahun bersama suaminya menuturkan suka duka sebagai petani perempuan.
"Tantangannya kalau musim hujan, padi banyak yang rebah, jadi kami ngaritnya lebih susah. Kalau musim kemarau seperti sekarang ini Alhamdulillah bagus, tapi kami harus pompa air dari sungai kalau hujan tidak turun. Biaya insektisida saja 6 juta," jelasnya.
Menurutnya, meski harga gabah tahun ini mulai membaik dari 6.500 rupiah menjadi 7.200 rupiah per kilogram jika ada pembeli dari luar, harapan ibu-ibu tani tetap sederhana.
"Kami cuma harap pemerintah bantu alat yang ringan untuk ibu-ibu, dan harga pupuk tetap murah di bawah 100 ribu per sak. Biar kami makin semangat," harapnya.
Bagi mahasiswa KKM ISNJ, tradisi syukuran panen raya yang selalu digelar warga setelah panen menjadi momen paling berkesan. Syukuran tersebut menjadi simbol rasa syukur dan keakraban antara petani laki-laki, ibu-ibu tani, dan mahasiswa.
Pemerintah Desa Kemuning Muda berharap kehadiran KKM ISNJ ini tidak hanya mendokumentasikan panen, tetapi juga dapat mengangkat kisah ketangguhan ibu-ibu tani Kemuning Muda sebagai inspirasi ketahanan pangan di Kabupaten Siak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....