Sepekan KKM di Kemuning Muda Siak, Mahasiswa ISNJ Ikut Panen Raya Petani

  • 31 Jul 2026 00:29 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Siak - Sudah satu minggu Kelompok Mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Kemuning Muda, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Selama sepekan, 8 mahasiswa tersebut aktif terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, salah satunya ikut panen raya padi bersama petani pada Kamis 30 Juli 2026.

Delapan mahasiswa KKM tersebut adalah Iqbal sebagai ketua, bersama anggotanya Fahri, Dimas, Nuha, Lidya, Wani, Yusra dan Mutia. Kehadiran mereka tidak hanya untuk observasi, namun terjun langsung ke sawah membantu petani memanen padi di hamparan sawah seluas 540 hektar yang dikelola oleh 11 kelompok tani.

Ketua KKM ISNJ Desa Kemuning Muda, Iqbal, mengatakan kegiatan panen raya ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami langsung kehidupan petani. "Alhamdulillah sudah sepekan kami di sini. Kami ingin KKM ini tidak hanya seremonial, tapi benar-benar membaur. Ikut panen raya bersama petani ini membuat kami belajar arti kerja keras dan pentingnya ketahanan pangan," ujar Iqbal.

Sementara itu, salah seorang petani setempat, Restono yang telah menjadi petani sejak tahun 2000, menyambut baik kehadiran mahasiswa.

"Saya senang anak-anak KKM mau ikut kotor-kotoran di sawah. Kami di sini rata-rata tanam padi varietas lokal. Sawah kami 540 hektar ini kalau musim kemarau begini memang bagus untuk panen, tidak banyak yang rusak," kata Restono.

Restono menjelaskan, sistem pertanian di desanya kini sudah modern.

"Dulu manual semua, sekarang sudah pakai mesin untuk olah lahan dan panen, kecuali untuk tanam di lahan dalam masih manual. Tantangan terbesar kami kalau kemarau panjang, kami kesulitan olah sawah karena sumber air utama kami dari air hujan," jelasnya.

Ia menambahkan, saat kemarau panjang petani harus menggunakan air sungai dengan pompa untuk mengairi sawah. Sedangkan jika musim hujan, hasil panen justru kurang bagus dan mempengaruhi penjualan.

"Biaya perawatan saja untuk insektisida bisa 6 juta. Untuk pupuk Alhamdulillah masih di bawah 100 ribu per sak," tutur Restono.

Terkait harga jual, Restono mengaku tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu, namun harga masih di bawah standar nasional.

"Harga gabah di sini 6.500 rupiah per kilogram, di bawah harga nasional. Kalau ada pembeli dari luar daerah masuk, baru bisa laku 7.200 per kilogram. Harapan kami pemerintah bisa lebih membantu penyediaan peralatan pertanian," harapnya.

Mahasiswi KKM ISNJ, Nuha, mengaku terkesan dengan keramahan dan semangat gotong royong petani.

"Ternyata jadi petani tidak mudah, tantangannya banyak dari air sampai harga jual. Dari Pak Restono kami belajar banyak soal pertanian dan ketulusan. Ini pengalaman yang tidak kami dapat di kampus," ujar Nuha.

Tradisi masyarakat Desa Kemuning Muda setelah panen raya, warga selalu menggelar syukuran bersama sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan untuk mempererat silaturahmi antar petani dan mahasiswa KKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....