KKN UGM Dorong Perubahan Kecil Berdampak Bagi Desa

  • 24 Jul 2026 09:01 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta terus menghadirkan berbagai inovasi bagi masyarakat di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Memasuki hampir satu bulan pelaksanaan KKN, sejumlah program pemberdayaan mulai dirasakan manfaatnya, salah satunya di Desa Mentayan. Berbagai kegiatan tersebut dipublikasikan melalui program Dialog Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis.

Koordinator Sub Unit KKN UGM Desa Mentayan, Helmi Rizku Yanuar, mengatakan salah satu program yang dijalankan adalah pemanfaatan sekam padi menjadi disinfektan alami untuk tanaman. Caranya dengan membuat alat pirolisator sederhana dari drum besi bekas yang digunakan untuk memanaskan sekam padi hingga menghasilkan cairan hasil pengasapan yang bermanfaat bagi pertanian.

"Kami memanfaatkan sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi cairan disinfektan tanaman melalui proses pirolisis menggunakan drum bekas. Harapannya, teknologi sederhana ini dapat diterapkan masyarakat karena murah, mudah dibuat, dan bermanfaat untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan," ujarnya. Jumat 24 Juli 2026.

Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Kluster Sosial Humaniora, Kevin, menjelaskan pihaknya juga mengembangkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah melalui budidaya ikan lele skala kecil yang dipadukan dengan penanaman sayuran. Menurutnya, konsep sederhana tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

"Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk budidaya ikan lele dan menanam sayuran. Meski dilakukan dalam skala kecil, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga," katanya.

Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa KKN UGM berharap inovasi sederhana yang diterapkan selama pengabdian dapat terus dilanjutkan masyarakat setelah masa KKN berakhir. Program yang telah berjalan hampir satu bulan di Kecamatan Bantan itu diharapkan menjadi langkah kecil yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan dan pemberdayaan desa sesuai semangat pengabdian kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....