Bayi Sudah Memiliki Pengetahuan sejak Lahir, Bukan Kertas Kosong
- 13 Jul 2026 20:04 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Anggapan bahwa bayi lahir tanpa membawa pengetahuan atau seperti "kertas kosong" ternyata tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan hasil riset ilmu kognitif modern, manusia telah memiliki pengetahuan dasar sejak lahir yang menjadi fondasi dalam proses belajar sepanjang hidup.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, dalam podcast Query bersama Tirto.id. Ia menjelaskan bahwa penelitian selama puluhan tahun membuktikan bayi telah dibekali kemampuan dasar atau core knowledge sejak lahir.
Menurut Stella, penelitian yang dilakukannya bersama sejumlah ilmuwan dunia berupaya menjawab pertanyaan mendasar mengenai asal-usul kecerdasan manusia. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati bayi sejak usia sangat dini, bahkan hanya beberapa jam setelah dilahirkan.
"Sekarang kita mengetahui ada yang disebut core knowledge atau pengetahuan inti. Pengetahuan ini dimiliki semua manusia sejak lahir, bahkan juga dimiliki oleh beberapa hewan," ujarnya.
Ia menjelaskan, pengetahuan inti tersebut meliputi kemampuan memahami ruang, mengenali jumlah atau konsep matematika dasar, hingga kemampuan memahami hubungan sosial.
Sebagai contoh, bayi telah memahami bahwa sebuah benda tidak mungkin menembus benda lain dan memiliki pemahaman dasar mengenai gravitasi. Selain itu, bayi juga mampu membedakan kumpulan benda yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan kumpulan yang lebih sedikit.
"Sejak lahir manusia sudah memiliki pengetahuan dasar tentang matematika dan angka. Bayi yang sudah bisa merangkak cenderung memilih kumpulan benda yang jumlahnya lebih banyak," kata Stella.
Di bidang sosial, bayi juga telah memiliki ekspektasi terhadap perilaku manusia. Berdasarkan penelitian, bayi lebih mudah mempercayai kelompok yang menunjukkan kerja sama atau gerakan yang selaras dibanding kelompok yang bergerak secara acak.
Meski demikian, Stella menegaskan bahwa core knowledge hanyalah fondasi awal. Perkembangan kecerdasan seseorang tetap sangat dipengaruhi oleh lingkungan, pengalaman belajar, serta interaksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Ia menilai temuan tersebut menjadi dasar penting dalam pola pengasuhan anak. Orang tua tidak perlu menunggu anak memasuki usia sekolah untuk mulai mengajak mereka berpikir dan berdialog.
"Yang terpenting adalah bagaimana lingkungan membantu mengembangkan kemampuan dasar yang sudah dimiliki anak sejak lahir," tuturnya.
Menurut Stella, pemahaman terhadap hasil riset ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini, yaitu dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi, bertanya, dan belajar melalui pengalaman sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....