Disiplin dan Karakter Jadi Prioritas di Sekolah Rakyat

  • 08 Jul 2026 19:53 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Sistem pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik melalui pola kehidupan berasrama. Para siswa dibiasakan menjalani aktivitas yang terjadwal sejak dini hari hingga malam sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru asal Kabupaten Bengkalis, Manja Irmayanti, saat menjadi narasumber dalam program Dialog Negeri Junjungan di Pro 1 RRI Bengkalis, Selasa 7 Juli 2026.

Manja menceritakan, kehidupan di Sekolah Rakyat sangat berbeda dengan sekolah reguler. Seluruh siswa tinggal di asrama dan mengikuti jadwal kegiatan yang telah disusun setiap hari. Aktivitas dimulai sejak sekitar pukul 04.00 WIB dengan persiapan ibadah, dilanjutkan salat Subuh berjamaah, olahraga pagi, hingga kegiatan belajar mengajar.

"Jam empat pagi kami sudah dibangunkan. Sebelum Subuh ada yang melaksanakan salat tahajud, ada yang bersiap mandi. Setelah salat Subuh biasanya ada senam pagi, kemudian kami bersiap mengikuti kegiatan belajar," ujar Manja.

Menurutnya, seluruh aktivitas berlangsung secara tertib dengan pendampingan wali asuh yang bertugas membimbing para siswa selama berada di lingkungan asrama. Kehadiran wali asuh tidak hanya membantu mengawasi kedisiplinan, tetapi juga menjadi tempat para siswa berkonsultasi apabila menghadapi kesulitan selama mengikuti pendidikan.

"Kami mempunyai wali asuh. Mereka mendampingi dan membimbing kami selama di asrama. Teman-teman juga kompak karena setiap hari kami belajar dan beraktivitas bersama," katanya.

Manja mengaku pada awalnya harus beradaptasi dengan pola kehidupan yang lebih disiplin. Namun, seiring berjalannya waktu, ia justru merasakan banyak manfaat dari sistem pendidikan berasrama tersebut. Kebiasaan bangun pagi, mematuhi jadwal, dan menyelesaikan tanggung jawab secara mandiri membuat dirinya lebih teratur dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain pembelajaran di kelas, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang telah dijadwalkan sekolah. Menurut Manja, pembagian waktu yang jelas membuat siswa dapat mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara seimbang.

"Di sekolah semua sudah ada jadwalnya. Ada waktu khusus belajar, kemudian ada kegiatan ekstrakurikuler. Karena jadwalnya teratur, kami lebih mudah membagi waktu dan fokus mengikuti semua kegiatan," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Eji Marlina, menjelaskan sistem berasrama menjadi salah satu keunggulan Program Sekolah Rakyat. Menurutnya, konsep tersebut dirancang agar pembentukan karakter peserta didik dapat dilakukan secara optimal, tidak hanya melalui proses pembelajaran di kelas tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk karakter kepemimpinannya, kedisiplinannya, keberaniannya, serta kemandiriannya. Melalui sistem boarding school, proses pembinaan berlangsung secara menyeluruh sehingga mereka siap menjadi generasi yang unggul," jelas Eji.

Ia berharap pengalaman belajar di Sekolah Rakyat dapat membentuk peserta didik menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, dan memiliki daya saing. Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....