Petani Bengkalis Bagikan Cara Menanam Kacang Panjang agar Tumbuh Optimal

  • 29 Jun 2026 15:58 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis– Budidaya kacang panjang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan panen yang optimal, diperlukan teknik penanaman yang tepat sejak awal. Hal itu dibagikan Samsuri, warga Simpang Ayam, Kabupaten Bengkalis, yang telah membudidayakan kacang panjang di pekarangan rumahnya selama kurang lebih satu tahun.

Menurut Samsuri, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan dengan membuat bedengan. Bedengan berfungsi menjaga kondisi tanah tetap gembur serta memudahkan aliran air sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

"Tanahnya kita olah dulu, dibuat bedengan. Setelah itu baru diberi pupuk kandang supaya tanahnya lebih subur," ujar Samsuri.

Ia menjelaskan, pupuk yang digunakan berasal dari kotoran ayam yang dicampur dengan tanah bakau. Menurutnya, perpaduan tersebut mampu meningkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman memperoleh nutrisi yang cukup sejak awal pertumbuhan.

Berbeda dengan sebagian petani yang menggunakan polybag untuk penyemaian, Samsuri memilih langsung menanam benih di bedengan. Cara tersebut dilakukan karena akar tanaman dapat berkembang lebih baik tanpa mengalami gangguan saat proses pindah tanam.

"Kalau langsung ditanam di tanah, akarnya lebih kuat. Kalau dari polybag kadang pertumbuhannya jadi kurang maksimal," katanya.

Selain media tanam, pengaturan jarak tanam juga menjadi perhatian. Samsuri menanam benih dengan jarak sekitar satu jengkal antartanaman. Menurutnya, jarak tersebut cukup ideal agar setiap tanaman memperoleh ruang tumbuh dan nutrisi yang merata tanpa saling berebut unsur hara.

Perawatan dilakukan secara rutin dengan memperhatikan kondisi cuaca. Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan lebih sering untuk menjaga kelembapan tanah. Sementara saat musim hujan, penyiraman disesuaikan agar tanaman tidak mengalami kelebihan air.

Sekitar 17 hari setelah ditanam, tanaman mulai mengeluarkan bunga sebagai tanda memasuki masa produksi. Setelah itu, panen dapat dilakukan secara bertahap setiap dua hari sekali dengan hasil yang cukup memuaskan apabila tanaman dirawat secara konsisten.

Meski demikian, Samsuri mengakui budidaya kacang panjang tidak terlepas dari berbagai tantangan. Serangan hama, terutama lalat buah, menjadi salah satu kendala yang sering ditemui. Untuk mengurangi gangguan tersebut, ia memasang lampu pada malam hari sebagai perangkap sederhana agar hama tidak banyak menyerang tanaman.

Selain membudidayakan kacang panjang, Samsuri juga menanam pare dan timun di pekarangan rumahnya. Menurutnya, menanam beberapa jenis sayuran sekaligus dapat menjadi langkah untuk memanfaatkan lahan secara maksimal sekaligus mengurangi risiko apabila salah satu komoditas mengalami penurunan hasil.

Ia berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan bercocok tanam. Selain dapat memenuhi kebutuhan sayuran keluarga, hasil panen juga dapat dijual sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan.

"Yang penting jangan takut mencoba. Kalau dirawat dengan baik, lahan kecil pun bisa menghasilkan," tuturnya.

Pengalaman Samsuri menunjukkan bahwa budidaya kacang panjang tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan pengolahan tanah yang baik, penggunaan pupuk organik, pengaturan jarak tanam, serta perawatan yang konsisten, pekarangan rumah dapat menjadi kebun produktif yang memberikan manfaat bagi ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....