Dua Dosen Polbeng Raih Beasiswa LPDP untuk Studi Doktoral di Jepang
- 27 Jun 2026 06:30 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Komitmen Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali membuahkan hasil. Pada tahun 2026, dua dosen Polbeng berhasil meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi doktoral di Jepang, yakni Nurul Fahmi dari Jurusan Teknik Informatika dan Wan Junita Raflah dari Jurusan Administrasi Niaga.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian strategis dalam upaya memperkuat kapasitas akademik dan riset dosen di lingkungan Polbeng. Melalui studi lanjut pada bidang keilmuan yang relevan dengan perkembangan teknologi, ekonomi, dan kebutuhan dunia industri, keduanya diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan pendidikan vokasi, penelitian, serta jejaring kerja sama internasional kampus.
Nurul Fahmi berhasil lolos pada seleksi LPDP Batch 1 Tahun 2026 dan akan menempuh pendidikan doktoral di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang pada program Information Science, tepatnya di Large-Scale Systems Management Laboratory. Program tersebut memiliki fokus kajian pada berbagai teknologi mutakhir, seperti Artificial Intelligence, Robotics, Data Science, Cybersecurity, Human Computer Interaction, dan Natural Language Processing. Ia dijadwalkan memulai studi pada Maret 2027 dengan masa pendidikan selama tiga tahun.
Nurul Fahmi, menjelaskan Jepang dipilih karena memiliki ekosistem riset yang maju, budaya akademik yang disiplin, serta kolaborasi yang kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Saya memilih Jepang karena memiliki lingkungan akademik yang sangat mendukung pengembangan riset. Budaya disiplin, kualitas penelitian, serta kolaborasi internasional yang kuat menjadi kesempatan besar bagi saya untuk meningkatkan kompetensi, khususnya di bidang machine learning dan Internet of Things (IoT)," ujarnya, Sabtu 27 Juni 2026.
Ia menambahkan, pemilihan NAIST didasarkan pada reputasi internasional kampus tersebut dalam bidang teknologi informasi dan IoT. Fasilitas riset yang modern serta kesesuaian bidang penelitian menjadi alasan utama dalam menentukan universitas tujuan.
"Saya berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama studi nantinya dapat saya implementasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian, serta membuka peluang kolaborasi internasional bagi Polbeng, khususnya dalam pengembangan teknologi digital dan IoT," tambahnya.
Sementara itu, Wan Junita Raflah berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan studi doktoral pada program PhD in Economics di Kyoto University, Jepang. Ia telah mempersiapkan diri mengikuti proses seleksi LPDP sejak tahun 2025 dan direncanakan memulai studi pada Oktober 2027.
Menurut Wan Junita Raflah, Jepang merupakan salah satu negara dengan kualitas pendidikan tinggi yang diakui dunia serta memiliki budaya kerja yang menjunjung tinggi kualitas, inovasi, dan ketelitian.
"Jepang menawarkan lingkungan akademik yang sangat kondusif untuk penelitian. Selain unggul dalam teknologi dan inovasi, budaya kerja yang menghargai kualitas dan perhatian terhadap detail menjadi nilai yang ingin saya pelajari dan terapkan," ungkapnya.
Ia memilih Kyoto University karena memiliki fokus riset yang sejalan dengan minat penelitiannya, khususnya terkait perdagangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pesisir Selat Malaka. Kehadiran Center for Southeast Asian Studies juga dinilai mampu memberikan perspektif yang lebih luas terhadap penelitian mengenai kawasan Asia Tenggara.
"Saya berharap hasil riset selama studi nanti dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan model internasionalisasi UMKM, khususnya di Bengkalis dan wilayah pesisir lainnya. Pengalaman akademik dan jejaring internasional yang saya peroleh juga diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Polbeng," katanya.
Meskipun berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan Polbeng setelah menyelesaikan pendidikan doktoral. Mereka berharap ilmu, pengalaman riset, dan jejaring internasional yang diperoleh dapat memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Keduanya juga mengajak dosen dan sivitas akademika Polbeng untuk tidak ragu memanfaatkan berbagai peluang pengembangan kompetensi, termasuk melalui program beasiswa studi lanjut.
"Kesempatan untuk belajar di tingkat internasional terbuka bagi siapa saja yang mau mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Jangan takut mencoba, karena setiap proses yang dijalani akan menjadi bekal berharga untuk berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas," pesan Nurul Fahmi.
Senada dengan itu, Wan Junita Raflah menilai bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk memberikan manfaat bagi institusi dan masyarakat.
"Semoga semakin banyak dosen Polbeng yang terdorong untuk melanjutkan studi, memperluas wawasan, dan membangun jejaring internasional. Pada akhirnya, investasi pada pengembangan sumber daya manusia akan menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan daya saing Polbeng di tingkat nasional maupun internasional," tutupnya.
Keberhasilan dua dosen Polbeng meraih beasiswa LPDP ini menjadi bukti bahwa peningkatan kapasitas akademik merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan institusi. Melalui penguatan kompetensi dosen, Polbeng diharapkan semakin mampu menghasilkan pendidikan vokasi yang unggul, riset yang inovatif, serta kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan dunia industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....