Kemudahan AI Jangan Sampai Mengurangi Kemandirian Peserta Didik

  • 16 Jun 2026 11:49 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin marak digunakan dalam dunia pendidikan. Teknologi ini memberikan berbagai kemudahan, mulai dari pencarian informasi hingga membantu menyelesaikan tugas akademik.

Namun, penggunaan AI secara berlebihan dinilai berpotensi mengurangi kemandirian peserta didik dalam proses belajar. Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Ihsan, mengingatkan AI seharusnya hanya menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir dan kreativitas peserta didik.

Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan teknologi memang dapat mempercepat pekerjaan. Namun jika seluruh tugas dan proses belajar bergantung pada AI, peserta didik dikhawatirkan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analisis, dan pemecahan masalah secara mandiri.

“Kalau sedikit-sedikit AI, kita menjadi malas, tidak mandiri dan tidak kreatif. Pekerjaan memang menjadi cepat, tapi jangan sampai peserta didik bergantung sepenuhnya kepada AI,” kata Ihsan, Selasa 16 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, sikap, dan kepribadian peserta didik. Karena itu, keberadaan guru tetap memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apa pun.

Menurut Ihsan, interaksi langsung antara guru dan peserta didik menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Melalui interaksi tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar mengenai etika, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai kehidupan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ia menilai dunia pendidikan perlu menemukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan karakter. AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, tetapi penggunaannya harus tetap diarahkan agar tidak mengurangi daya pikir dan kreativitas peserta didik.

Ihsan menambahkan, tujuan pendidikan nasional tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, berakhlak, kreatif, dan mandiri. Karena itu, pemanfaatan AI perlu dibarengi dengan literasi digital yang baik agar teknologi menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan menciptakan ketergantungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....