Sejarah Korek Api, Penemuan Sederhana yang Mengubah Peradaban Manusia
- 10 Jun 2026 20:34 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Korek api merupakan salah satu benda sederhana yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Alat ini digunakan untuk menyalakan api secara terkendali, baik untuk keperluan memasak, penerangan, maupun berbagai aktivitas lainnya.
Meski kini telah banyak digantikan oleh pemantik gas dan perangkat elektronik, korek api tetap menjadi salah satu inovasi yang memberikan kemudahan bagi manusia sejak berabad-abad lalu. Perjalanan perkembangan korek api berlangsung cukup panjang.
Berawal dari alat sederhana yang digunakan masyarakat Tiongkok kuno, korek api kemudian terus mengalami penyempurnaan hingga lahir bentuk modern yang lebih praktis dan aman digunakan. Berbagai penemuan dan eksperimen para ilmuwan turut berkontribusi dalam menghadirkan korek api seperti yang dikenal saat ini.
Korek api adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan api secara terkendali. Di berbagai daerah di Indonesia, korek api juga dikenal dengan sebutan geretan, pematik, macis, atau mancis.
Umumnya, korek api dijual dalam bentuk kotak yang berisi sejumlah batang korek. Setiap batang korek terdiri atas batang kayu atau bahan serupa yang pada salah satu ujungnya dilapisi senyawa kimia yang dapat menghasilkan nyala api saat digesekkan pada permukaan khusus.
Selain korek api batang, terdapat pula korek api berbahan bakar cair atau gas, seperti naphtha dan butana, yang lebih dikenal sebagai korek api gas atau pemantik.
Dikutip dari laman Wikipedia, awal mula korek api, catatan sejarah menunjukkan masyarakat Tiongkok telah mengembangkan bentuk awal korek api sekitar tahun 577 Masehi. Alat tersebut dibuat dari batang kayu yang dilapisi belerang sehingga dapat membantu proses menyalakan api dengan lebih mudah dibandingkan metode tradisional pada masa itu.
Korek Api Modern Pertama dikembangkan Pada tahun 1805 oleh seorang asisten profesor di Paris bernama K. Chancel. Penemuan ini menggunakan campuran potasium klorat, belerang, gula, dan karet pada bagian kepala korek.
Untuk menyalakannya, batang korek harus dicelupkan ke dalam botol yang berisi asam sulfat. Meski tergolong inovatif, korek api tersebut memiliki harga yang mahal dan dinilai berbahaya sehingga tidak banyak digunakan masyarakat.
Perkembangan penting terjadi pada tahun 1827 ketika kimiawan Inggris, John Walker, berhasil menciptakan korek api yang dapat dinyalakan melalui gesekan.
Penemuan tersebut merupakan hasil pengembangan dari eksperimen yang sebelumnya dilakukan oleh Robert Boyle pada akhir abad ke-17. Walker menemukan bahwa campuran antimon sulfida, potasium klorat, gom alami, dan pati dapat menghasilkan nyala api ketika digesekkan pada permukaan kasar.
Temuan ini kemudian menjadi dasar bagi pengembangan korek api gesek yang lebih aman, praktis, dan banyak digunakan di berbagai negara hingga saat ini.
Meski teknologi pemantik modern terus berkembang, korek api tetap menjadi alat yang banyak digunakan karena harganya terjangkau, mudah dibawa, dan praktis. Penemuan sederhana ini menjadi salah satu inovasi penting yang membantu manusia mengendalikan api dengan lebih aman dan efisien dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....