Ustadz Hanan Attaki: Merasa Lelah Itu Wajar, Jangan Zalim pada Diri Sendiri
- 02 Jun 2026 22:15 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Rasa lelah sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan, terutama bagi mereka yang harus memikul banyak tanggung jawab, seperti generasi sandwich yang menanggung kebutuhan orang tua, adik, hingga keluarga sendiri.
Dalam sebuah kajian, Ustadz Hanan Attaki mengingatkan merasa lelah bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, rasa lelah merupakan fitrah manusia yang juga pernah dirasakan para nabi.
Menurutnya, banyak anak muda saat ini hidup dalam tekanan yang besar. Mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi sering kali melupakan kebutuhan diri sendiri. Tidak sedikit yang merasa tertekan karena harus terus memberi tanpa memiliki kesempatan untuk beristirahat.
"Capek itu adalah hal yang normal. Capek itu fitrah manusia. Para nabi pun pernah merasakannya," kata Ustadz Hanan Attaki.
Ia mencontohkan kisah Nabi Musa AS dalam Surah Al-Kahfi ayat 62. Dalam ayat tersebut, Nabi Musa mengakui rasa lelah yang dialaminya setelah menempuh perjalanan panjang bersama muridnya.
Menurut Ustadz Hanan, pengakuan Nabi Musa tersebut menunjukkan bahwa manusia tidak perlu merasa bersalah ketika mengalami kelelahan fisik maupun mental. Bahkan seorang nabi yang dikenal kuat dan tangguh pun pernah merasakan hal yang sama.
Karena itu, seseorang berhak memberikan waktu bagi dirinya untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik maupun emosional. Bentuknya bisa berupa istirahat yang cukup, menikmati makanan yang disukai, berolahraga, menjalankan hobi, hingga melakukan perjalanan yang dapat membantu menenangkan pikiran.
"Kalau kita lagi merasa lelah, kita punya hak untuk memberikan apa yang membuat kebutuhan diri kita terpenuhi," ujarnya.
Lebih lanjut, Ustaz Hanan menekankan pentingnya bersikap adil terhadap diri sendiri, termasuk dalam mengatur waktu, perhatian, dan keuangan. Menurutnya, banyak orang yang rela mengorbankan seluruh tenaga dan penghasilannya untuk orang lain, tetapi lupa memberikan hak bagi dirinya sendiri.
Ia mengingatkan Islam mengajarkan keadilan, termasuk keadilan kepada diri sendiri. Oleh karena itu, seseorang tidak boleh menzalimi dirinya dengan mengabaikan kebutuhan pribadi demi memenuhi seluruh tuntutan yang ada.
"Jangan sampai kamu menzalimi diri kamu sendiri dalam urusan waktu, perhatian, keuangan, maupun kebutuhan hidup lainnya. Kamu berhak untuk merasa lelah dan kamu berhak memenuhi kebutuhan dirimu sendiri," katanya.
Dalam hal pengelolaan keuangan, ia menyarankan agar seseorang membagi penghasilannya secara proporsional antara kebutuhan diri sendiri, keluarga, maupun pihak lain yang menjadi tanggungannya. Dengan demikian, keseimbangan hidup dapat tetap terjaga.
Di akhir kajiannya, Ustaz Hanan mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan bahwa setiap kelelahan, kesedihan, kegelisahan, dan kesusahan yang dialami seorang muslim akan menjadi penghapus dosa di sisi Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan dan pengorbanan tidak akan sia-sia. Selama dilakukan dengan niat yang baik, setiap lelah yang dirasakan memiliki nilai dan pahala di hadapan Allah.
"Capek kalian tidak sia-sia. Allah mengetahui semua perjuangan itu dan akan membalasnya dengan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....