MAN 1 Kepulauan Meranti Gelar PjBL “Berkain”, Angkat Budaya Batik dan Songket

  • 29 Mei 2026 04:13 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - MAN 1 Kepulauan Meranti berkomitmen membentuk karakter siswa yang kreatif, inovatif, dan berbudaya melalui pelaksanaan Gelar Karya Project Based Learning (PjBL) bertema “Berkain”. Kegiatan yang mengusung jargon “Melipat rasa dalam kreasi dan membalut jiwa untuk lestarikan budaya” tersebut menjadi bagian dari implementasi Panca Cinta, khususnya dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.

Gelar karya yang berlangsung meriah di lingkungan madrasah ini diikuti oleh seluruh perwakilan kelas X dan XI dengan penuh antusias. Menariknya, seluruh peserta ditantang menciptakan karya busana tanpa melalui proses menjahit, menggunting, maupun memotong kain. Seluruh kreasi murni mengandalkan teknik melipat kain tradisional dengan sentuhan kreativitas dan estetika tinggi.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Kepulauan Meranti, Nelli Murni. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inovasi dan kerja keras para siswa serta guru pembimbing dalam menghadirkan karya yang sarat nilai budaya.

“Kain batik dan kain songket dapat dikreasikan sedemikian rupa sehingga menambah nilai keindahan, di mana terkandung nilai filosofi yang sangat mendalam pada setiap lipatan-lipatannya. Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa merawat budaya membutuhkan pemahaman dan rasa cinta yang kuat,” ujar Nelli Murni, Kamis 28 Mei 2026.

Dalam gelar karya tersebut, para siswi menampilkan beragam kreasi busana berbahan kain batik Nusantara yang disulap menjadi gaun, jubah, hingga rok kontemporer tanpa merusak struktur asli kain. Sementara itu, para siswa laki-laki tampil gagah dengan kreasi kain songket Melayu yang dibentuk menjadi busana pria bernuansa modern namun tetap mempertahankan nilai tradisionalnya.

Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti, Nuryaningsih, turut memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, proyek “Berkain” menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa kepada para siswa.

“Terima kasih kepada seluruh tim panitia, guru pembimbing, dan khususnya anak-anakku sekalian atas atensi dan kerja sama yang solid sehingga acara ini dapat berlangsung dengan sukses. Melalui proyek berkain ini, saya berharap seluruh siswa tidak hanya sekadar terhibur, tetapi benar-benar mendapatkan wawasan serta pengetahuan baru yang mendalam terkait kekayaan budaya batik dan songket yang ada di Indonesia. Ini adalah langkah nyata kita untuk terus mencintai produk asli dalam negeri,” tutur Nuryaningsih.

Kemeriahan acara semakin terasa saat tim juri melakukan penilaian secara detail terhadap setiap karya yang ditampilkan. Penilaian meliputi teknik lipatan, keserasian warna, kreativitas desain, hingga makna filosofis dari busana yang dihasilkan. Setelah melalui proses penilaian yang ketat, kegiatan ditutup dengan pengumuman para pemenang nominasi kreasi terbaik. Sorak-sorai para siswa pecah saat perwakilan kelas pemenang maju menerima penghargaan.

Hasil karya terbaik dari kegiatan ini rencananya akan kembali ditampilkan secara lebih megah dan kolaboratif pada puncak acara Gelar Karya MAN 1 Kepulauan Meranti yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang. Melalui kegiatan PjBL “Berkain” ini, MAN 1 Kepulauan Meranti tidak hanya berhasil mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya bangsa kepada para peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....