Dorong Pembelajaran Abad 21, MTsN 3 Siak Gelar Pelatihan Penyusunan Soal HOTS

  • 29 Apr 2026 08:35 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO,ID, Bengkalis - MTsN 3 Siak menggelar kegiatan Teachers’ Skill Upgrading yang dipusatkan di ruang Excellence Class MTsN. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi soal serta mengembangkan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 3 Siak, Idris, Rabu 29 April 2026 menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme guru, khususnya dalam penyusunan instrumen penilaian yang berkualitas dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Menurutnya, kualitas soal sangat menentukan arah dan kedalaman proses belajar siswa.

“Guru harus mampu merancang soal yang tidak hanya mengukur kemampuan mengingat, tetapi juga mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Inilah esensi dari pembelajaran abad 21,” ujar Idris.

Sebagai narasumber utama, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Abdullah, memaparkan secara mendalam tentang teknik penyusunan kisi-kisi soal yang sistematis, mulai dari penentuan kompetensi dasar, indikator, hingga bentuk soal. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara tujuan pembelajaran, indikator, dan instrumen penilaian.

Dalam sesi lanjutan, Abdullah mengulas konsep soal HOTS yang menuntut kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, dan kreatif. Ia memberikan contoh konkret serta langkah-langkah praktis dalam menyusun soal berbasis HOTS, termasuk penggunaan stimulus kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung. Para guru diminta menyusun kisi-kisi soal berdasarkan mata pelajaran masing-masing, kemudian mengembangkan butir soal HOTS yang selanjutnya didiskusikan bersama. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan kolaboratif, dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi antar peserta.

Sri Wahyuningsih, guru Seni dan Prakarya, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam penyusunan soal.

“Saya jadi lebih memahami bagaimana mengaitkan materi seni dengan soal yang menuntut analisis dan kreativitas siswa, bukan sekadar hafalan,” tuturnya.

Sementara itu, Delia Anggraeni, guru Informatika, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tuntutan pendidikan saat ini.

“Pelatihan ini sangat aplikatif dan membuka cara berpikir baru dalam membuat soal berbasis kasus atau masalah nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan Teachers’ Skill Upgrading ini juga menjadi momentum penting bagi para guru dalam mempersiapkan penyusunan soal Asesmen Madrasah (AM) serta menghadapi ujian Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS). Melalui pelatihan ini, guru tidak hanya dibekali pemahaman konseptual, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan perangkat soal yang valid, reliabel, dan sesuai dengan standar penilaian yang berlaku.

Abdullah menegaskan bahwa penyusunan soal untuk AM dan ASAS harus benar-benar memperhatikan kualitas, mulai dari kesesuaian indikator hingga tingkat kognitif soal.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa soal yang disusun guru benar-benar mampu mengukur kompetensi siswa secara komprehensif, bukan hanya aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir tingkat tinggi,” jelasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh guru di MTsN 3 Siak semakin profesional dalam menyusun instrumen penilaian yang berkualitas, sekaligus siap menghadapi pelaksanaan Asesmen Madrasah dan Asesmen Sumatif Akhir Semester. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa secara menyeluruh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....