Bentengi Pelajar dari Narkoba, Nakes Bumi Ayu Turun Langsung ke Sekolah

  • 28 Apr 2026 00:15 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Peredaran gelap narkotika yang kian cerdik menyasar generasi muda menjadi perhatian serius tenaga kesehatan di Kota Dumai. Fenomena ini dinilai semakin mengkhawatirkan seiring dengan munculnya berbagai modus baru yang memanfaatkan teknologi dan tren gaya hidup modern.

Menanggapi ancaman tersebut, Tim Medis dari Puskesmas Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, menggelar kunjungan edukatif ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Dumai. Diikuti dengan antusias oleh para siswa. Sosialisasi tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan bagian dari langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba yang kini semakin sulit dikenali.

Dalam pemaparannya, dr. Ivanny Octovianty, narasumber dari tim medis, Senin 27 April 2026, menekankan tantangan remaja saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Peredaran narkotika tidak lagi dilakukan secara terang-terangan, melainkan disamarkan melalui berbagai cara yang tampak biasa di kehidupan sehari-hari.

“Siswa harus ekstra waspada. Jangan sampai terjebak perangkap sistem pengedaran narkoba yang sekarang jauh lebih canggih. Modusnya terus berubah mengikuti perkembangan zaman agar terlihat biasa saja, padahal dampaknya mematikan,” ujar salah satu anggota tim medis di hadapan puluhan siswa.

Lebih lanjut, tim medis juga menguraikan dampak serius yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba. Dari sisi kesehatan, zat adiktif dapat merusak fungsi kognitif dan sistem saraf pusat secara permanen. Dari sisi pendidikan, pengguna narkoba berisiko kehilangan fokus belajar hingga merusak masa depan. Sementara dalam lingkup keluarga, narkoba kerap menjadi pemicu konflik, bahkan kehancuran ekonomi rumah tangga.

“Kami ingin siswa memahami bahwa narkoba bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan masa depan dan hubungan sosial. Sekali terjerumus, dampaknya bisa berlangsung seumur hidup,” tegasnya.

Pihak MTsN 1 Kota Dumai menyambut baik kegiatan edukatif tersebut. Mereka menilai sosialisasi ini penting untuk membangun kesadaran sejak dini, sekaligus memperkuat ketahanan mental siswa terhadap pengaruh negatif lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang memiliki daya saring kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan,” ujar salah satu perwakilan pihak sekolah.

Hingga kegiatan berakhir menjelang siang hari, suasana diskusi berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pandangan. Di akhir sesi, mereka diajak untuk berkomitmen menjadi agen perubahan yang berani mengatakan “tidak” terhadap narkoba, demi menjaga integritas diri, masa depan, dan nama baik sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....