Permudah Layanan Publik, Mahasiswa Polbeng Hadirkan Sistem Digital Desa

  • 26 Apr 2026 11:51 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis dari Program Studi D4 Rekayasa Perangkat Lunak beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Desa Pangkalan Batang Barat dalam rangka pengembangan sistem pelayanan desa berbasis website dan aplikasi mobile. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi layanan publik di tingkat desa agar lebih efektif dan efisien.

Salah satu mahasiswa, Novri Ardiansyah, yang merupakan mahasiswa semester dua, Minggu 26 April 2026, menjelaskan pemanfaatan teknologi digital melalui website dan aplikasi mobile dapat memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat maupun perangkat desa. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses administrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Dengan menggunakan website dan aplikasi mobile, proses pengurusan dokumen menjadi lebih cepat, transparansi informasi publik meningkat, serta masyarakat dapat mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor desa,” jelas Novri.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini meliputi perancangan sistem, penggalian kebutuhan fitur, hingga diskusi langsung dengan aparat desa terkait pengalaman penggunaan teknologi sebelumnya. Mahasiswa juga melakukan observasi untuk memastikan sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perangkat desa.

Adapun fitur yang dirancang dalam sistem tersebut antara lain pengajuan surat secara online, akses informasi desa, layanan pengaduan masyarakat, serta transparansi anggaran. Selain itu, dilakukan pula uji coba sistem guna memastikan kemudahan penggunaan dan keandalan teknologi sebelum nantinya diterapkan secara lebih luas.

Staf operator kantor desa, Ryan Yurisma, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis. Ia menilai program ini sangat membantu dalam mendorong kemajuan pelayanan desa berbasis digital.

“Kami juga pernah menggunakan website dan aplikasi mobile, namun tidak bertahan lama karena keterbatasan kontrak dan anggaran. Kami berharap jika ke depan ada dukungan anggaran yang memadai, sistem ini dapat dilanjutkan bahkan dengan penambahan fitur-fitur terbaru,” ujar Ryan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam menciptakan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi. Selain itu, pengembangan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam pemanfaatan teknologi digital serta memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....