Transformasi Interior Rumah akibat WFH

  • 10 Apr 2026 23:55 WIB
  •  Bengkalis
Poin Utama
  • Rumah menjadi ruang kerja utama di era WFH. Laporan Kementerian dan BPS menunjukkan peningkatan tren home makeover dan penataan ruang yang lebih produktif.

RRI.CO.ID, Jakarta Tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang berkembang sejak beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar pada cara masyarakat Indonesia memandang ruang tinggal. Rumah yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat kini mengalami transformasi menjadi ruang kerja, ruang belajar, hingga ruang kreatif.

Perubahan ini memicu tren home makeover yang semakin meluas di berbagai kota. Menurut laporan perkembangan gaya hidup urban yang dirilis lembaga riset properti pada 2025, permintaan terhadap furnitur multifungsi, perabot minimalis, dan dekorasi rumah meningkat signifikan sejak masa WFH.

Laporan tersebut mencatat bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya kenyamanan serta tata ruang yang mendukung produktivitas. Peningkatan ini juga terlihat pada angka penjualan produk interior melalui marketplace yang tumbuh dalam dua tahun terakhir.

Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam laporan Indonesia Digital Economy Outlook juga menyoroti perubahan ini. Dalam publikasi resmi tersebut dijelaskan, “Tren bekerja dari rumah menciptakan permintaan baru terhadap perangkat, perabot, dan penataan ruang yang mendukung produktivitas digital di rumah." Laporan itu menegaskan bahwa ruang kerja rumahan telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi digital nasional.

Dalam laporan tahunan yang dirilis Asosiasi Desainer Interior Indonesia, hunian berukuran kecil disebut sebagai fokus utama masyarakat di perkotaan. Banyak keluarga dan pekerja muda menciptakan area kerja khusus menggunakan partisi, meja lipat, hingga rak dinding. Konsep “ruang fleksibel” menjadi desain yang paling banyak diadaptasi karena dapat berfungsi ganda sebagai ruang kerja, ruang belajar, atau ruang hobi.

Tren tersebut juga selaras dengan laporan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyoroti pentingnya fungsi fleksibel hunian modern. Dalam dokumen resminya, PUPR menjelaskan, “Kecenderungan gaya hidup bekerja dari rumah perlu diimbangi dengan kualitas hunian yang mampu mengakomodasi fungsi multifungsi,“ sehingga perencanaan ruang menjadi prioritas dalam pembangunan hunian ke depan.

Sementara itu, industri perlengkapan rumah ikut merasakan dampaknya. Laporan pasar ritel domestik menunjukkan peningkatan signifikan pada penjualan kursi ergonomis, lampu kerja, panel akustik, dan dekorasi pendukung WFH. Kenyamanan fisik dianggap menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer.

Dalam publikasi analisis perilaku konsumen digital, dijelaskan bahwa meningkatnya popularitas konten home makeover di media sosial memberi pengaruh besar terhadap keputusan masyarakat. Banyak pengguna terinspirasi oleh ide desain sederhana namun efektif yang dibagikan para kreator. Laporan ini menilai bahwa media sosial menjadi salah satu pendorong utama lahirnya tren renovasi kecil-kecilan yang terjadi secara masif.

Pada saat yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat mencatat bahwa penyesuaian ruang secara mandiri menjadi cara masyarakat meningkatkan kenyamanan selama bekerja dari rumah. Dalam laporan itu disebutkan, “Pekerja yang melakukan aktivitas dari rumah cenderung melakukan penyesuaian interior ruang tinggal untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas,” terutama pada keluarga di wilayah perkotaan.

Meskipun demikian, laporan ekonomi rumah tangga menunjukkan bahwa tidak semua keluarga mampu melakukan renovasi besar. Banyak yang memilih mengganti furnitur secara bertahap atau mengatur ulang tata letak ruangan tanpa biaya besar. Transformasi interior rumah tidak selalu ditentukan oleh anggaran, tetapi oleh perencanaan ruang yang cerdas dan fungsional.

Perubahan gaya hidup ini menunjukkan bahwa WFH bukan lagi kebiasaan sementara, melainkan bagian dari pola hidup baru masyarakat Indonesia. Rumah kini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi pusat aktivitas yang menuntut fungsi lebih kompleks. Dengan tren home makeover yang terus berkembang, ruang tinggal semakin menjadi cerminan kebutuhan masyarakat modern yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....