Kue Keranjang, Lambang Kemakmuran dan Kebersamaan Imlek

  • 16 Feb 2026 17:53 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kue keranjang atau nian gao merupakan salah satu kudapan tradisional yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Kue berbahan dasar beras ketan dan gula ini dikenal dengan teksturnya yang lengket serta warna cokelat keemasan yang khas.

Kehadirannya nyaris tak pernah absen dari meja perayaan Imlek, karena dipercaya menyimpan makna dan harapan baik bagi tahun yang akan dijalani.

Dalam catatan sejarah, dikutip dari Darya varia, kue keranjang telah dikenal masyarakat Tiongkok sejak ratusan tahun lalu. Sejumlah sumber menyebutkan, kue ini sudah dibuat sejak masa Dinasti Zhou, sekitar 1046–256 sebelum Masehi. Pada masa itu, nian gao digunakan sebagai sajian persembahan untuk leluhur dan dewa-dewi, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keberkahan.

Seiring waktu, kue keranjang tidak hanya menjadi makanan ritual, tetapi juga berkembang sebagai simbol budaya yang sarat filosofi. Nama nian gao sendiri memiliki pengucapan yang menyerupai ungkapan “tahun demi tahun semakin tinggi”. Makna ini kemudian dimaknai sebagai doa agar kehidupan di tahun baru menjadi lebih baik, lebih sejahtera, dan penuh kemajuan.

Bentuk kue keranjang yang bulat juga mengandung arti keutuhan dan persatuan. Tradisi menyantap kue ini bersama keluarga saat Imlek dipercaya dapat mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga keharmonisan antar anggota keluarga. Nilai kebersamaan inilah yang membuat kue keranjang memiliki makna lebih dari sekadar hidangan penutup.

Selain itu, proses pembuatan kue keranjang yang memerlukan waktu cukup lama dan ketelatenan turut melambangkan kegigihan serta kesabaran. Filosofi ini menjadi pengingat agar setiap orang memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan di tahun yang baru.

Warna cokelat keemasan pada kue keranjang juga memiliki arti tersendiri. Warna ini sering dikaitkan dengan unsur tanah, yang melambangkan sumber kehidupan dan rezeki. Tak heran jika kue keranjang dipercaya membawa keberuntungan serta kelimpahan rezeki bagi siapa pun yang menyantapnya.

Tekstur lengket kue keranjang pun dimaknai sebagai simbol keterikatan pada hal-hal baik, termasuk kesuksesan, jabatan, dan hubungan sosial. Harapannya, segala pencapaian positif di tahun sebelumnya dapat “melekat” dan terus berlanjut di masa depan.

Dengan beragam makna tersebut, kue keranjang bukan hanya sajian khas Imlek yang menggugah selera, tetapi juga menjadi simbol doa, harapan, dan nilai-nilai kehidupan. Kehadirannya mengingatkan pentingnya keluarga, ketekunan, serta optimisme dalam menyambut tahun baru dengan semangat yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....