Misteri Firaun Tutankhamun Terungkap di Thebes Mesir
- 16 Feb 2026 15:47 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Tanggal 16 Februari 2026 menjadi penanda 103 tahun sejak salah satu peristiwa paling bersejarah dalam dunia arkeologi terjadi di Thebes, Mesir. Pada tanggal yang sama di tahun 1923, arkeolog asal Inggris, Howard Carter, untuk pertama kalinya melangkah masuk ke ruang pemakaman Raja Tutankhamun, sebuah momen yang kemudian mengubah pemahaman dunia tentang peradaban Mesir Kuno.
Dikutip dari artikel The Journal of Egyptian Archaeology, Penemuan makam Tutankhamun sebenarnya bermula pada November 1922, ketika Carter menemukan pintu masuk makam di Lembah Para Raja. Namun, tepat pada 16 Februari 1923, ia resmi memasuki kamar pemakaman utama dan menemukan sarkofagus yang menyimpan jasad sang firaun muda.
Tutankhamun, yang memerintah sekitar 1332–1323 SM pada Dinasti ke-18, bukanlah firaun paling berpengaruh dalam sejarah Mesir Kuno. Namun justru karena makamnya ditemukan hampir utuh, tidak dijarah seperti banyak makam lainnya, penemuan ini menjadi sensasi arkeologi terbesar abad ke-20.
Di dalam makam, Carter dan timnya menemukan lebih dari 5.000 artefak, termasuk topeng emas legendaris Tutankhamun yang kini menjadi ikon peradaban Mesir Kuno.
Penemuan ini juga memicu kisah populer tentang “Kutukan Firaun”, terutama setelah wafatnya Lord Carnarvon, sponsor ekspedisi Carter, beberapa bulan setelah pembukaan makam. Meski para ilmuwan modern menganggap kisah kutukan tersebut lebih bersifat sensasional daripada ilmiah, legenda itu justru menambah daya tarik penemuan ini di mata dunia.
Masuknya Carter ke ruang pemakaman Tutankhamun bukan sekadar pembukaan makam, melainkan pembukaan bab baru dalam penelitian Mesir Kuno. Artefak yang ditemukan memberikan gambaran rinci tentang kehidupan kerajaan, kepercayaan spiritual, seni, hingga praktik pemakaman lebih dari 3.000 tahun lalu.
Penemuan tersebut juga memicu gelombang “Egyptomania” di Eropa dan Amerika pada 1920-an, terlihat dalam seni, mode, arsitektur, hingga budaya populer.
Hari ini, 103 tahun kemudian, dunia masih mengenang momen ketika Carter pertama kali menyaksikan kilau emas di ruang gelap makam kuno itu. Ketika ditanya apa yang ia lihat, Carter terkenal menjawab, “Yes, wonderful things.”
Ungkapan sederhana itu kini menjadi simbol keajaiban arkeologi bahwa sejarah yang terkubur ribuan tahun pun masih mampu berbicara dan memukau generasi modern.
Peringatan hari ini bukan hanya mengenang satu penemuan, tetapi juga merayakan semangat eksplorasi, ketekunan ilmiah, dan rasa ingin tahu manusia yang tak pernah padam terhadap masa lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....