Sejarah Kendi Tempat Menyimpan Air Seperti Teko
- 06 Feb 2026 23:01 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kendi adalah tempat untuk menyimpan air berbentuk seperti teko yang terbuat dari tanah liat. Kendi dikenal di seluruh dunia dan berkembang di Mesir, China, Jepang, Thailand, serta Indonesia.
Dari laman Wikipedia sebutan “Kendi” pada umumnya dikenal di seluruh Asia Tenggara. Kata kendi berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kundika yang artinya “wadah air minum”. Dalam ikonografi Hindu, kundika merupakan atribut dari Dewa Brahma dan Dewa Siwa. Sedangkan dalam agama Buddha, kundika menjadi atribut Avalokiteswara, dan peziarah Buddha membawa kundika sebagai salah satu dari delapan belas wadah suci yang dibawa seorang rahib dalam perjalanannya mencari kitab suci.
Di Indonesia, sebutan kendi beragam, khususnya untuk kendi tanpa corot (bentuk seperti buah labu atau botol). Di Sumatera Barat disebut labu tanah, di Jawa dikenal gogok atau glogok, konon berasal dari bunyi yang keluar saat air dituang. Di Batak disebut kandi, di Bali disebut kundi atau caratan, di Sulawesi Selatan disebut busu, di Aceh geupet bahlaboh, dan di Lampung disebut hibu.
Sejarah kendi di Indonesia telah ada sejak masa awal di Jawa dan Negeri Melayu, namun benda ini berasal dari India yang lebih dulu mengenalnya. Kendi bercorot diduga bukan sekadar peniruan dari India, tetapi juga merupakan evolusi dari kendi Mesopotamia dan Yunani. Beberapa kendi bercorot kuno ditemukan di Mesopotamia dari tahun 3200 SM, dan kendi bercorot di Yunani dari tahun 2500 SM memiliki kemiripan dengan bentuk kendi di Asia Tenggara.
Meskipun kendi gerabah telah dibuat di banyak tempat di Indonesia sejak zaman prasejarah, kendi sebagai wadah air dengan corot baru dikenal pada abad ke-9 di Jawa. Hal ini dapat dilihat pada relief-relief di Candi Borobudur, khususnya pada teras Kamadhatu, yang dibangun sekitar tahun 800 M, memperlihatkan kedua bentuk kendi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....