Kisah Historis Bukit Khandamah, Saksi Kesabaran Rasulullah

  • 31 Jan 2026 14:29 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Mekah - Bukit Khandamah merupakan salah satu bukit bersejarah di Mekah yang menyimpan kisah besar tentang kesabaran dan kasih sayang Rasulullah SAW. Dalam literatur klasik, bukit ini disebut sebagai bagian penting dari dua puncak besar Mekah atau yang dikenal dengan istilah Akhsyabain.

Penyair dan sejarawan Mekah ternama, Ahmad bin Ibrahim al-Ghazawi dalam karyanya Shadzarat al-Dzahab, menyebutkan Khandamah adalah salah satu dari dua puncak yang pernah disebutkan oleh malaikat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat tersebut, malaikat menawarkan untuk menimpakan kedua gunung itu kepada penduduk Thaif jika Rasulullah menghendaki.

Al-Ghazawi menuliskan Khandamah terletak di sebelah kanan orang yang naik menuju Mina dan merupakan salah satu dari dua puncak utama di Makkah, sementara puncak lainnya adalah Qaiqa’an. Ia juga berpendapat Gunung Abu Qubais merupakan bagian dari rangkaian Khandamah, sehingga penyebutan Khandamah sebagai Akhsyabain dimaksudkan sebagai penyebutan keseluruhan untuk sebagian.

Melihat besarnya Gunung Khandamah, dapat dibayangkan betapa dahsyatnya kehancuran yang akan menimpa Thaif jika Rasulullah SAW menerima tawaran tersebut. Namun Rasulullah memilih jalan kesabaran dan doa.

Mutawif Arminareka, Ustad H. Gibran, menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi bukti agungnya akhlak Rasulullah SAW.

“Rasulullah tidak memilih pembalasan, padahal beliau mampu. Beliau justru bersabar dan berharap agar dari keturunan mereka kelak lahir orang-orang yang beriman. Dan itu terbukti, hari ini Thaif menjadi negeri kaum muslimin,” ujar Ustad H. Gibran.

Bukit Khandamah juga memiliki posisi strategis karena menghadap langsung ke Masjidil Haram dan kawasan Syi’ib Bani Hasyim. Dari puncak bukit ini, pengunjung dapat melihat area yang dahulu menjadi saksi salah satu fase paling berat dalam sejarah dakwah Islam.

Di kawasan dekat Jabal Abi Quraisy, terbentang wilayah yang dahulu dikenal sebagai Syi’ib Bani Hasyim. Di tempat inilah, selama kurang lebih tiga tahun sejak tahun ketujuh masa dakwah Rasulullah, kaum muslimin mengalami boikot ekonomi dan sosial yang dilakukan oleh kaum Quraisy. Boikot tersebut ditujukan kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib, meskipun Abu Lahab memilih keluar dari barisan keluarganya dan bergabung dengan kaum Quraisy.

Ustad H. Gibran menggambarkan betapa beratnya ujian yang dialami kaum muslimin saat itu.

“Akibat boikot, kaum muslimin hidup dalam kondisi sangat sulit. Mereka hanya memakan daun-daunan, bayi-bayi menangis kelaparan hingga suaranya terdengar dari luar lembah. Ini fase yang sangat menyayat dalam sejarah Islam,” jelasnya.

Perjanjian boikot tersebut bahkan ditulis dan digantung di Ka’bah sebagai bentuk tekanan terhadap kaum muslimin. Namun dengan kehendak Allah, lembaran perjanjian itu kemudian dimakan rayap, dan yang tersisa hanyalah nama Allah SWT.

Bukit Khandamah hingga kini menjadi saksi bisu atas kesabaran Rasulullah SAW dan keteguhan umat Islam di masa-masa awal dakwah. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kejayaan Islam tidak diraih dengan kemarahan dan balas dendam, melainkan dengan kesabaran, doa, dan keteguhan iman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....