Tanaman Laba-Laba Jadi Primadona sebagai Penyaring Udara Alami
- 30 Nov 2025 14:24 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis : Tanaman hias kembali menjadi sorotan, terutama tanaman laba-laba atau Spider Plant (Chlorophytum comosum), yang dinilai memiliki kemampuan efektif dalam menyaring udara secara alami.
Sejumlah pecinta tanaman hingga para ahli lingkungan menyebut tanaman ini sebagai salah satu solusi mudah dan murah untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, termasuk rumah, kantor, hingga ruang publik.
Penelitian lingkungan menunjukkan bahwa tanaman laba-laba mampu menyerap berbagai polutan umum di dalam ruangan, seperti formaldehyde, xylene, benzene, dan toluene zat yang biasanya berasal dari perabot, cat tembok, kosmetik, hingga asap kendaraan yang masuk ke ruangan.
Daun tanaman laba-laba yang panjang dan melengkung memiliki permukaan luas sehingga proses penyerapan polutan berjalan lebih optimal. Selain itu, tanaman ini membantu meningkatkan kadar oksigen pada malam hari, menjadikannya cocok ditempatkan di kamar tidur.
Salah satu alasan Spider Plant semakin populer adalah perawatannya yang sangat mudah. Tanaman ini bisa tumbuh baik di cahaya sedang, tidak membutuhkan penyiraman berlebihan, dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi ruangan.
“Spider Plant termasuk tanaman yang sangat ‘tahan banting’. Bahkan untuk orang yang baru mulai merawat tanaman, peluang hidupnya tinggi,” ujar seorang konsultan tanaman hias.
Selain berfungsi sebagai penyaring udara, tanaman laba-laba juga dipercaya memberi efek menenangkan secara visual. Bentuk daunnya yang menjuntai dengan warna hijau-putih menjadikannya elemen dekorasi yang mampu mempercantik ruangan.
Beberapa psikolog lingkungan bahkan menyebut keberadaan tanaman hijau dapat membantu menurunkan tingkat stres, meningkatkan fokus, dan memberi suasana lebih segar di ruang kerja.
Belakangan, sejumlah kantor, perpustakaan, hingga kafe mulai menempatkan Spider Plant sebagai dekorasi sekaligus filter alami. Tren ini muncul seiring meningkatnya kesadaran akan kualitas udara dalam ruangan, terutama setelah pandemi membuat masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan pernapasan.
“Ini tanaman yang efektif dan ekonomis. Selain mudah dirawat, manfaatnya untuk kualitas udara sangat signifikan,” kata pengelola sebuah co-working space di Jakarta.
Dengan kemampuan menyaring polutan, minim perawatan, dan tampilan estetis, tanaman laba-laba menjadi pilihan ideal bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kualitas udara di rumah atau kantor tanpa harus menggunakan perangkat elektronik pemurni udara.
Para ahli merekomendasikan menempatkan setidaknya 2–3 Spider Plant untuk ruangan berukuran sedang agar manfaatnya lebih terasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....