Baju Kurung Simbol Kesopanan dan Identitas Perempuan Melayu

  • 23 Okt 2025 10:55 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Baju kurung merupakan salah satu pakaian adat masyarakat Melayu yang berkembang di wilayah Indonesia dan Malaysia. Pakaian ini sering diasosiasikan dengan kaum perempuan dan dikenal karena desainnya yang longgar serta mencerminkan nilai kesopanan dalam budaya Melayu.

Baju kurung tidak hanya berfungsi sebagai pakaian sehari-hari, tetapi juga memiliki nilai historis, sosial, dan religius yang tinggi.

Menurut laman wikipedia sejarah baju kurung ini berawal Pada abad ke-13, di mana perempuan Melayu hanya mengenakan kain berkemban. Namun dengan adanya Pengaruh perdagangan di Melaka dan masuknya Islam membawa perubahan besar dalam cara berpakaian. Islam mengajarkan pentingnya menutup aurat, sehingga lahirlah baju kurung sebagai busana tertutup yang sopan.

Dalam Perkembangannya baju kurung semakin jelas pada abad ke-15 ketika Sultan Mansur Shah dari Kesultanan Melaka melarang perempuan memakai kain kemban karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sejak itu, baju kurung menjadi busana utama perempuan Melayu yang menutupi tubuh secara anggun dan sopan.

Baju kurung kemudian menyebar ke berbagai wilayah Melayu seperti Riau, Brunei Darussalam, dan Thailand Selatan, dengan variasi bentuk dan hiasan yang tetap mempertahankan nilai tradisionalnya.

Ciri khas dari Baju kurung ini yaitu dirancang longgar pada bagian lengan, perut, dan dada. Pada umumnya baju kurung ini panjangnya hingga pangkal paha atau lutut, tanpa kerah dan biasanya tanpa kancing, meskipun beberapa memiliki tiga baris kancing. Yang mana setiap Ujungnya sering diberi renda dan sulaman keemasan untuk memperindah tampilannya.

Dahulu, baju ini dikenakan oleh perempuan istana pada upacara kebesaran bersama kain songket dan perhiasan emas. Kini, baju kurung digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik untuk acara resmi maupun kegiatan sehari-hari.

Baju kurung tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga mencerminkan falsafah hidup masyarakat Melayu. Desainnya yang longgar melambangkan kesederhanaan dan kesantunan, sedangkan penggunaannya dalam berbagai acara adat menunjukkan peran penting perempuan dalam menjaga kehormatan keluarga.

Warna dan motifnya pun memiliki makna simbolik; warna emas melambangkan kemuliaan, dan motif bunga menggambarkan keanggunan. Hingga kini, baju kurung tetap menjadi kebanggaan masyarakat Melayu dan warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....