Sejarah Renang, Cabang Olahraga Air yang Mendunia

  • 28 Sep 2025 16:32 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengakalis: Renang adalah gerakan berpindah tempat secara teratur di dalam air dengan cepat, menggunakan koordinasi tangan dan kaki. Cabang olahraga ini diperlombakan dalam berbagai gaya, antara lain gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada.

Pemenang lomba renang ditentukan berdasarkan waktu tercepat dalam menyelesaikan lintasan. Proses perlombaan biasanya dimulai dari babak penyisihan, dilanjutkan dengan semifinal, dan diakhiri pada babak final.

Bersama loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, dan polo air, olahraga renang berada di bawah naungan Federasi Renang Internasional (FINA) sebagai badan pengatur dunia. Di Indonesia, organisasi yang membawahi cabang olahraga ini adalah Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).

Menurut laman Wikipedia, perlombaan renang mulai dikenal di Eropa sekitar tahun 1800. Saat itu, gaya dada menjadi teknik renang yang paling umum digunakan. Pada tahun 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen ke dalam kompetisi setelah meniru teknik renang gaya bebas yang digunakan oleh suku Indian.

Namun, karena masyarakat Inggris tidak menyukai cipratan air yang ditimbulkan oleh gerakan kaki gaya bebas, Trudgen menggantinya dengan gerakan kaki gunting seperti pada gaya samping.

Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade Athena 1896, sedangkan nomor renang putri mulai dipertandingkan pada Olimpiade Stockholm 1912. Pada tahun 1902, Richard Cavill memperkenalkan gaya bebas modern. FINA sendiri resmi dibentuk pada tahun 1908. Gaya kupu-kupu mulai dikembangkan pada 1930-an sebagai variasi dari gaya dada, dan baru diakui sebagai gaya renang tersendiri pada tahun 1952.

Di Hindia Belanda, perkembangan renang dimulai dengan pendirian Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) pada tahun 1917. Setahun kemudian, berdirilah Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), disusul oleh Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) pada tahun 1927. Sejak saat itu, perlombaan renang antardaerah mulai digelar secara rutin, dan rekor-rekor yang tercatat dalam kejuaraan tersebut diakui sebagai rekor nasional Belanda.

Pada tahun 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatatkan waktu 59,9 detik pada nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas, Bandung. Ia kemudian mewakili Belanda dalam Olimpiade Berlin 1936.

Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) didirikan pada 21 Maret 1951 dan resmi menjadi anggota FINA pada tahun berikutnya. Indonesia pertama kali mengirimkan perenang ke ajang Olimpiade pada Olimpiade Helsinki 1952.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....