Penyebab Anak Tidak Mau Mendengarkan Orang Tua

  • 22 Sep 2025 13:29 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Ketika anak tidak mau mendengarkan nasihat atau perkataan orang tua, sebagian orang tua mungkin langsung merasa frustrasi atau bahkan melabeli anak sebagai “nakal” atau “membangkang”. Padahal, sikap tersebut belum tentu sepenuhnya disebabkan oleh kenakalan anak.

Bisa jadi, penyebabnya justru berasal dari cara orang tua dalam berkomunikasi, pola asuh yang tidak konsisten, atau bahkan adanya gangguan kesehatan tertentu yang dialami oleh anak.

Untuk membantu orang tua memahami situasi ini, dari laman alodokter berikut ini adalah beberapa penyebab umum mengapa anak cenderung tidak mau mendengarkan orang tuanya:

1. Penjelasan Orang Tua Terlalu Panjang

Apakah Ayah dan Bunda sering memberi peringatan atau nasihat yang panjang lebar? Jika iya, hal ini bisa menjadi salah satu penyebab mengapa anak tampak enggan mendengarkan.

Anak-anak umumnya memiliki rentang perhatian yang pendek dan belum mampu memahami penjelasan yang terlalu kompleks. Informasi yang terlalu banyak bisa membuat anak bingung, sehingga ia gagal menangkap pesan utama yang ingin disampaikan.

Sampaikan nasihat secara singkat, jelas, dan langsung pada intinya.

2. Anak dan Orang Tua Sama-sama Sibuk

Ketika anak sedang asyik bermain atau fokus pada suatu aktivitas, ia mungkin tidak memperhatikan sekelilingnya, termasuk saat diajak bicara. Hal yang sama juga bisa terjadi jika orang tua berbicara sambil melakukan aktivitas lain.

Kondisi ini menyebabkan komunikasi menjadi tidak efektif karena tidak adanya perhatian penuh dari kedua belah pihak.

Solusi: Pastikan komunikasi dilakukan saat anak dan orang tua sama-sama siap dan fokus. Ajak anak berbicara setelah mendapat perhatiannya secara utuh.

3. Anak Sedang Tantrum

Saat mengalami tantrum, anak cenderung bersikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Pada kondisi ini, anak tidak hanya sulit mendengarkan, tetapi juga tidak mampu merespons perintah atau nasihat dengan baik.

Tantrum sesekali merupakan hal yang wajar, terutama saat anak sedang lelah, lapar, stres, atau merasa frustrasi. Namun, jika tantrum terjadi terlalu sering, bisa jadi ini merupakan tanda adanya gangguan perilaku seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD).

Solusi: Kenali pemicu tantrum anak, bantu ia menenangkan diri terlebih dahulu, dan konsultasikan ke dokter atau psikolog anak bila tantrum berlangsung berlebihan.

4. Orang Tua Sering Berteriak atau Memarahi

Kebiasaan berteriak atau memarahi anak ketika memberi perintah justru bisa membuat anak enggan mendengarkan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri anak dan bahkan meningkatkan risiko gangguan emosional seperti depresi.

Solusi: Gunakan nada suara yang tenang namun tegas. Berbicaralah dari hati ke hati agar anak merasa dihargai dan lebih terbuka untuk mendengarkan.

5. Perintah Disampaikan Disertai Kritik

Memberikan perintah yang disertai dengan kritik atau celaan bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Contohnya: “Rapikan mainanmu! Kamarmu seperti kapal pecah!”

Perintah yang dikemas dengan cara seperti ini cenderung membuat anak merasa disalahkan, sehingga ia memilih untuk mengabaikannya.

Solusi: Fokus pada tindakan yang diinginkan tanpa menyisipkan kritik. Misalnya: “Yuk, kita rapikan mainannya supaya kamar kembali rapi.”

6. Pola Asuh yang Tidak Konsisten

Pola asuh yang tidak konsisten, seperti membiarkan anak melanggar aturan tanpa konsekuensi yang jelas, bisa membuat anak merasa tidak perlu mematuhi perintah. Dalam jangka panjang, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak disiplin dan kurang menghormati orang tuanya.

Solusi: Terapkan aturan yang jelas dan konsisten, serta berikan konsekuensi yang sesuai jika anak melanggar kesepakatan.

7. Anak Mengalami Gangguan Pendengaran atau Kondisi Medis Lain

Tidak semua anak yang tidak mendengarkan berarti tidak mau. Bisa jadi, anak mengalami gangguan pendengaran yang membuatnya sulit memahami apa yang dikatakan orang tua.

Tanda-tanda lain dari gangguan pendengaran antara lain: sering mengatakan “hah?”, menyalahartikan perintah, atau menonton televisi dengan volume tinggi. Dalam beberapa kasus, kesulitan mendengarkan juga bisa menjadi gejala dari kondisi seperti autisme, sindrom Down, atau sindrom Asperger, terutama jika disertai dengan kesulitan bersosialisasi.

Jika mencurigai adanya gangguan kesehatan, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak atau THT untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....