Jeruk Kingkit, Si Merah Asam Yang Unik

  • 15 Sep 2025 21:36 WIB
  •  Bengkalis

KBRN,Bengkalis: Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki jenis jeruk langka bernama jeruk kingkit (Triphasia trifolia ). Buah kecil dari keluarga Rutaceae ini masih belum banyak dikenal, padahal menyimpan potensi besar baik sebagai tanaman obat, tanaman hias, hingga bahan pangan.

Jeruk kingkit atau dikenal juga sebagai limau kingkit tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Meski keberadaannya belum begitu populer di pasaran, jeruk ini mulai dilirik sebagai tanaman komersial karena keunikan rasa dan khasiatnya.

Dikutip dari Berkebun. net, Jeruk kingkit disebut-sebut berasal dari wilayah Asia, terutama Tiongkok. Namun, di Indonesia, tanaman ini pertama kali tercatat tumbuh di daerah Belinyu, Bangka. Menurut cerita yang berkembang, jeruk kingkit dibawa oleh seorang raja bernama Bong Kiung Fu, tokoh dari Tibet yang melarikan diri ke Nusantara karena konflik dengan Kaisar Khian Lung dari Tiongkok pada abad ke-17.

Dalam pelariannya, Bong Kiung Fu membawa serta tanaman ini karena dipercaya mampu mengatasi mabuk laut. Ia tiba di Pelabuhan Karang Lintang, Bangka, pada tahun 1675 dan mulai menanam jeruk kingkit yang kemudian berkembang hingga lima generasi. Sejak saat itu, tanaman ini mulai dibudidayakan dan digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk seni dan pengobatan.

Tanaman ini memang tampak mungil, namun menyimpan banyak keistimewaan. Berikut ciri fisiknya:

1. Daun

Daunnya kecil dan mengilap, berwarna hijau tua. Ukurannya berkisar antara 1,5–4 cm. Sekilas mirip daun jeruk nipis, namun tidak cocok untuk digunakan sebagai bumbu masakan.

2. Bunga

Bunganya berwarna putih dengan tiga kelopak dan panjang kelopak sekitar 10–13 mm. Sekilas menyerupai bunga melati, namun berbeda pada bentuk dan bagian tengahnya yang kekuningan.

3. Buah

Buahnya kecil seperti kelereng, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi merah cerah ketika matang. Ukuran diameternya antara 10–15 mm. Rasa buahnya mirip jeruk nipis tapi lebih manis, dan bisa dimakan langsung.

4. Pohon Liar

Di alam liar, jeruk kingkit tumbuh dalam bentuk semak berduri dan mencapai tinggi sekitar 2–3 meter. Cocok dijadikan tanaman pagar atau bonsai karena bentuknya yang rimbun dan unik.

Ingin menanam jeruk kingkit sendiri di rumah atau pekarangan? Ini beberapa tips perawatannya:

1. Media Tanam

Gunakan campuran tanah lempung dan pupuk kompos, lalu tambahkan sedikit pasir agar tanah tidak terlalu padat. Media tanam yang baik akan membantu mencegah serangan hama seperti belalang hijau yang menjadi musuh utama jeruk kingkit.

2. Suhu dan Kelembaban

Kingkit menyukai lingkungan panas dan tropis dengan pH tanah antara 5–6. Pastikan tanaman mendapatkan cahaya matahari yang cukup setiap hari.

3. Penyiraman

Lakukan penyiraman sekali sehari. Jika cuaca sangat panas, bisa dua kali sehari. Namun, hindari tanah yang terlalu basah karena bisa menyebabkan akar membusuk.

4. Pemupukan dan Pestisida

Gunakan pupuk organik secara rutin dan semprotkan pestisida alami jika muncul hama seperti rayap atau belalang. Untuk kasus ringan, semprotkan atonik 2–3 kali seminggu.

Jeruk kingkit adalah tanaman unik yang kaya akan manfaat, baik dari segi kesehatan, estetika, maupun ekonomi. Dengan bunga putih yang indah dan buah merah mungil yang bisa dikonsumsi, tanaman ini layak dibudidayakan lebih luas di Indonesia.

Cara merawatnya cukup mudah dan tidak membutuhkan perlakuan khusus. Yang terpenting adalah pemangkasan rutin agar bentuk tanaman tetap rapi dan sehat. Siapa tahu, dari pekarangan Anda, jeruk kingkit bisa menjadi komoditas baru yang menjanjikan.

Tertarik mencoba menanam jeruk kingkit di rumah? Mulailah dari satu pohon, dan rasakan manfaatnya!

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....