Mengenal Ikan Buntal si Imut Mematikan dari Lautan

  • 31 Jul 2025 08:28 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Ikan buntal dikenal luas karena kemampuan uniknya untuk mengembang seperti balon ketika merasa terancam. Dengan menyedot air (atau udara saat di luar air) ke dalam tubuhnya, ikan ini menjadi lebih besar dan sulit ditelan oleh predator. Namun, di balik kemampuan unik tersebut, ikan buntal menyimpan banyak fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui.

Berikut ini beberapa fakta penting tentang ikan buntal yang dikutip dari Halodoc dan sumber ilmiah lainnya:

1. Lebih dari 190 Spesies di Dunia

Tercatat ada lebih dari 190 spesies ikan buntal yang tersebar di seluruh dunia. Mayoritas hidup di perairan laut tropis dan subtropis, namun ada juga kurang dari 30 spesies yang hidup di air tawar. Umumnya, ikan ini memiliki tubuh berbentuk bulat, meskipun beberapa spesies memiliki bentuk tubuh yang lebih kotak atau persegi.

2. Tidak Memiliki Sisik dan Duri

Berbeda dari kerabat dekatnya seperti ikan landak yang memiliki duri tajam, ikan buntal memiliki kulit kasar tanpa sisik dan tidak berduri. Tekstur kulit yang khas ini justru menjadi perlindungan tambahan dari ancaman predator.

3. Memiliki Gigi yang Unik

Ikan buntal dilengkapi dengan empat gigi yang menyatu membentuk paruh tajam, dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Gigi ini terus tumbuh sepanjang hidupnya, sehingga ikan buntal perlu menggigit benda keras seperti cangkang kerang atau batu untuk mencegah pertumbuhan gigi yang berlebihan.

4. Mengandung Racun Mematikan

Sebagian besar ikan buntal mengandung racun tetrodotoksin (TTX), yakni senyawa neurotoksin yang sangat mematikan. Racun ini ditemukan di hati, kulit, dan organ reproduksi ikan buntal. Dalam dosis tertentu, TTX dapat menyebabkan kelumpuhan, gagal napas, bahkan kematian. Yang lebih mengkhawatirkan, racun ini tetap aktif meskipun ikan telah dimasak.

5. Jadi Hidangan Eksklusif di Jepang

Meski beracun, ikan buntal atau fugu tetap menjadi makanan mewah di Jepang. Dagingnya diolah oleh koki bersertifikat khusus yang telah menjalani pelatihan bertahun-tahun untuk memastikan bagian beracun dibuang sepenuhnya. Fugu disajikan dalam bentuk sashimi atau sup, dan hanya dapat disajikan secara legal oleh restoran yang memenuhi standar ketat keamanan pangan.

6. Butuh Perawatan Tinggi Jika Dipelihara

Ikan buntal tidak cocok untuk pemula dalam dunia akuarium. Mereka membutuhkan akuarium besar dengan sistem filtrasi air yang sangat baik, makanan khusus, dan habitat yang menyerupai kondisi alami. Dengan perawatan yang tepat, ikan buntal dapat hidup hingga 10 tahun. Oleh karena itu, memelihara ikan ini membutuhkan komitmen dan pemahaman yang serius.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cureus tahun 2023 meneliti kasus keracunan akibat konsumsi hati ikan buntal. Pasien, seorang pria berusia 60 tahun, mengalami kelumpuhan setelah mengonsumsi bagian beracun tersebut. Meski telah dimasak, tetrodotoksin tetap aktif dan membahayakan. Beruntung, pasien menerima penanganan medis yang cepat dan pulih setelah tiga hari perawatan intensif.

Penelitian ini menegaskan pentingnya diagnosis dini dan edukasi masyarakat tentang bahaya racun TTX. Konsumsi ikan buntal tanpa prosedur yang tepat dapat berujung fatal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....