Pendapatan Dosen Swasta Dinilai Dipengaruhi Kondisi Keuangan Kampus
- 26 Agt 2026 12:47 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Dundee - Kondisi keuangan perguruan tinggi dinilai turut memengaruhi pendapatan dosen, khususnya mereka yang bekerja di institusi pendidikan swasta. Selain gaji pokok, dosen dapat memperoleh pendapatan tambahan berupa honor mengajar maupun praktikum yang besarannya tidak selalu tetap.
Hal tersebut disampaikan Rachmawati, mahasiswa PhD University of Dundee, dalam diskusi bertajuk Menakar Standar Gaji Dosen antara Kesejahteraan Pendidik dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia yang digelar mahasiswa Indonesia di Dundee dan St Andrews, Skotlandia, yang disampaikan kepada RRI, Rabu 26 Agustus 2026.
Rachmawati yang memiliki latar belakang sebagai dosen di perguruan tinggi swasta mengatakan, gaji pokok dosen di institusinya relatif stabil. Namun, kondisi berbeda terjadi pada sejumlah pendapatan tambahan yang diperoleh berdasarkan aktivitas akademik.
“Kalau dari sisi penghasilan atau gaji pokok itu memang relatif stabil. Tapi kalau pendapatan tambahan di luar gaji pokok, misalnya honorarium mengajar dan praktikum, memang sangat fluktuatif tergantung kondisi institusi,” ujar Rachmawati.
Menurutnya, kemampuan perguruan tinggi dalam memberikan pendapatan tambahan sangat berkaitan dengan kondisi finansial institusi. Ketika kondisi keuangan kampus stabil, dosen masih berpeluang memperoleh pendapatan tambahan dengan jumlah yang relatif baik.
Sebaliknya, ketika institusi menghadapi tekanan keuangan, kebijakan terkait honorarium dapat mengalami penyesuaian. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi tersebut adalah perubahan jumlah mahasiswa.
Rachmawati menjelaskan, penurunan jumlah mahasiswa dapat berdampak terhadap pendapatan perguruan tinggi. Kondisi tersebut kemudian dapat mendorong institusi melakukan penyesuaian terhadap berbagai pengeluaran, termasuk komponen pendapatan tambahan bagi dosen.
“Kalau ada isu di keuangan, misalnya penurunan jumlah mahasiswa, universitas biasanya akan melakukan adjustment. Maksudnya akan disesuaikan jumlahnya sesuai dengan kemampuan universitas,” katanya.
Selain persoalan fluktuasi pendapatan, Rachmawati juga menilai konsep mengenai gaji layak bagi dosen tidak mudah ditentukan secara objektif. Menurutnya, terdapat banyak faktor yang membuat ukuran kelayakan penghasilan dosen bersifat kontekstual.
Ia menyebut terdapat pandangan yang menempatkan profesi dosen sebagai bentuk pengabdian. Karena itu, ukuran kontribusi dan kelayakan profesi dosen menurutnya tidak dapat semata-mata dilihat dari jumlah gaji yang diterima.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan kesejahteraan dosen perlu mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi masing-masing institusi, sekaligus memperhatikan kebutuhan dosen sebagai tenaga profesional.
Diskusi mahasiswa Indonesia di Dundee dan St Andrews tersebut menjadi ruang untuk melihat persoalan kesejahteraan dosen dari berbagai perspektif, termasuk kondisi perguruan tinggi swasta dan keberlanjutan pendapatan tenaga akademik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....