Peningkatan Signifikan Literasi dan Numerasi di Kepulauan Meranti
- 24 Jun 2026 11:53 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Selatpanjang - Persidangan Tim Teknik dan Kelompok Kerja Pembangunan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) ke-22 menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan kedua negara, khususnya di wilayah perbatasan. Pertemuan yang berlangsung di Batam itu dihadiri delegasi dari Indonesia dan Malaysia.
Ketua Delegasi Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan forum tersebut telah lama menjadi sarana mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan geografis, budaya, dan sosial. Selain itu, forum juga menjadi ruang untuk membahas berbagai isu pembangunan lintas batas.
Menurut Syahrial, persidangan tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan sekaligus menyusun agenda kerja ke depan. Berbagai sektor strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat.
“Persidangan ke-22 ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus merumuskan kebijakan dan program prioritas ke depan," ujarnya. Selasa 23 Juni 2026.
Sementara itu, Ketua Delegasi Negeri Johor, Mohd Hairul Anuar bin Bohro, berharap forum tersebut menghasilkan keputusan yang konstruktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara. Kerja sama yang dibahas mencakup sektor perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, serta hubungan sosial budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....