Digitalisasi Roro Bengkalis di Apresiasi DPRD
- 27 Mar 2026 18:18 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda Pengaribuan, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Bupati Kasmarni, khususnya Dinas Perhubungan, dalam menekan antrean kendaraan roda empat di penyeberangan Roro pasca Idulfitri 1447 Hijriah.
Perubahan signifikan tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari transformasi sistem pelayanan dari metode manual menuju digitalisasi melalui aplikasi Trips Bengkalis. Inovasi ini terbukti mampu mengurai kepadatan yang selama ini menjadi persoalan klasik setiap musim mudik dan arus balik Lebaran.
Hendrik menyebut, pihaknya secara intens melakukan monitoring aktivitas penyeberangan selama periode Lebaran. Hasilnya, tidak ditemukan lagi antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Ini capaian yang patut diapresiasi. Tidak ada lagi antrean panjang kendaraan roda empat hingga ke jalan raya. Ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Hendrik, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam menempatkan figur yang tepat di Dinas Perhubungan. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan, Ardiansyah, sistem digitalisasi dinilai mampu diterapkan secara efektif di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Menurut Hendrik, DPRD Bengkalis siap memberikan dukungan penuh, termasuk dari sisi anggaran, guna meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan ke depan.
“Jika memang dibutuhkan penambahan anggaran demi perbaikan akses dan pelayanan, tentu DPRD akan mendukung. Ini demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung modernisasi yang dilakukan Dishub Bengkalis. Menurutnya, perubahan dari sistem manual ke digital tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan ketertiban yang selama ini sulit diwujudkan.
Hendrik turut menyinggung wacana kenaikan tarif penyeberangan Roro yang sebelumnya sempat ditolak DPRD. Namun, dengan adanya peningkatan pelayanan saat ini, pihaknya membuka peluang untuk kembali membahas kebijakan tersebut.
“Dulu kenaikan tarif tidak kami setujui karena pelayanan belum maksimal. Sekarang, dengan sistem digitalisasi, pelayanan sudah jauh lebih baik. Ini akan kami bicarakan kembali bersama seluruh anggota DPRD,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika dibandingkan daerah lain, tarif penyeberangan Roro Bengkalis masih tergolong terjangkau dengan jarak tempuh sekitar 10–15 kilometer dan waktu perjalanan 45 hingga 60 menit.
“Pelayanan sudah membaik, tarif kita masih sangat terjangkau. Jika ada penyesuaian ke depan, masyarakat diharapkan bisa mendukung demi kelancaran layanan penyeberangan,” tambahnya.
Perubahan besar juga dirasakan langsung oleh masyarakat sejak penerapan sistem e-ticketing melalui aplikasi Trips yang dimulai 10 Maret 2026. Kini, kendaraan datang sesuai jadwal yang telah dipesan secara online, sehingga arus menjadi lebih tertib dan terukur.
“Dulu antrean panjang itu sudah biasa, bahkan sampai harus bermalam. Sekarang alhamdulillah lancar, begitu sampai langsung masuk kapal,” ujar Astuti, warga Bengkalis yang merantau di Palembang.
Dengan respons positif dari masyarakat, pemerintah daerah berencana memperkuat sistem digital ini melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta penguatan regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda).
Kini, penyeberangan Roro Bengkalis tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga simbol perubahan menuju pelayanan publik yang lebih modern, tertib, dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....