Menag Ajak Bangsa Jadikan Zikir dan Doa sebagai Ikhtiar Membangun Indonesia
- 02 Agt 2026 21:15 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan zikir dan doa sebagai ikhtiar batin dalam memperkuat langkah membangun Indonesia. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi, teknologi, dan politik, tetapi juga memerlukan kekuatan doa, keluhuran akhlak, serta kerukunan antarsesama.
Ajakan tersebut disampaikan Menteri Agama pada kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2026. Sekitar 100 ribu peserta dari berbagai daerah dan lintas agama hadir untuk memanjatkan doa bersama bagi Indonesia.
"Pelaksanaan zikir dan doa kebangsaan malam ini kita jadikan ikhtiar batin untuk menguatkan langkah-langkah lahir. Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi," ujar Nasaruddin Umar.
Menurut Menteri Agama, peringatan 81 tahun kemerdekaan menjadi momentum untuk mensyukuri anugerah kemerdekaan sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan Indonesia diraih atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, zikir dan doa kebangsaan menjadi ruang bersama untuk memperkuat rasa syukur sekaligus memohon keberkahan bagi perjalanan bangsa ke depan.
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Indonesia. Ia menilai perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam semangat cinta tanah air.
"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa upaya menjaga kerukunan terus menunjukkan hasil positif. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Capaian tersebut melampaui target RPJMN 2025 sebesar 76,47 dan semakin mendekati target nasional tahun 2029 sebesar 78,25.
Menurut Menteri Agama, kerukunan merupakan modal utama dalam mendukung pembangunan nasional. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang selama ini berperan aktif menjaga persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat.
"Kerukunan adalah modal dasar pembangunan," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama juga memaparkan sejumlah capaian Kementerian Agama dalam mendukung program prioritas pemerintah. Di bidang pendidikan, lebih dari 5,1 juta siswa telah menerima manfaat Program Indonesia Pintar, sementara sebanyak 289.255 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan memperoleh KIP Kuliah.
Transformasi pendidikan terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi guru, pemberian tunjangan profesi, pembangunan 352 madrasah dan 34 perguruan tinggi keagamaan negeri, serta revitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan. Digitalisasi pembelajaran juga didukung melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital ke 551 madrasah.
Selain itu, Kementerian Agama terus memperkuat peran pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren serta pengembangan ekonomi pesantren. Kurikulum Berbasis Cinta juga dikembangkan untuk menanamkan nilai toleransi, kepedulian sosial, dan kesadaran menjaga lingkungan melalui penguatan ekoteologi.
Dalam bidang pelestarian lingkungan, Kementerian Agama mendorong berbagai aksi nyata seperti penanaman pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, serta pemanfaatan ekoenzim sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan kepedulian terhadap alam.
Sementara di sektor pemberdayaan ekonomi umat, penghimpunan zakat pada 2025 meningkat 12 persen menjadi Rp44,698 triliun dengan manfaat yang menjangkau sekitar 140 juta mustahik. Pengelolaan wakaf juga terus berkembang dengan total 467.237 titik tanah wakaf seluas sekitar 50 ribu hektare, penghimpunan wakaf uang mencapai sekitar Rp4,7 triliun, serta pengembangan 514 titik inkubasi wakaf produktif.
Menutup sambutannya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
"Kita meyakini bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama."
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dalam suasana kebersamaan lintas agama menjadi energi spiritual yang memperkuat ikhtiar seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.
"Semoga doa kita dikabulkan oleh Allah SWT sehingga bangsa Indonesia terus melangkah menuju cita-cita besar para pendiri bangsa, dengan persatuan, kerukunan, dan semangat pengabdian untuk kemajuan negeri," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....