Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Buka Rangkaian Peringatan HUT ke-81 RI
- 02 Agt 2026 00:48 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu 1 Juli 2026 malam, saat pemerintah menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100.000 jemaah dari berbagai daerah dan latar belakang agama tersebut menjadi momentum refleksi bersama untuk mengenang jasa para pendiri bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan dalam keberagaman.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 1–14 oleh juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 Karbala, Irak, Tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan doa, akhlak yang mulia, serta kokohnya persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
"Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri," ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Indonesia.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa kebangsaan lintas agama yang dipimpin oleh enam tokoh agama secara bergantian sesuai keyakinan masing-masing. Doa diawali oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty untuk umat Kristen Protestan, dilanjutkan Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th. untuk umat Katolik, Pinandita Gede Pastika untuk umat Hindu, Bhikku Bhadranatha Thera untuk umat Buddha, Xs. Budi S. Tanuwibowo untuk umat Konghucu, dan ditutup oleh Husni Ismail yang memimpin doa bagi umat Islam.
Doa-doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus harapan agar Indonesia senantiasa diberi kedamaian, persatuan, serta kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Kekhidmatan malam kebangsaan tersebut semakin terasa melalui lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama puluhan ribu jemaah yang memadati kawasan Monas.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Khotmil Qur'an yang dipimpin Dr. Rijal Ahmad Rangkuti dan dilanjutkan dengan Doa Khotmil Qur'an oleh Ustadz Muzakkir Abd Rahman,
Acara turut dihadiri para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama mengawali peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan doa dan harapan bagi kemajuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....