Filantropi Jadi Katalis Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
- 31 Mei 2026 21:47 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa filantropi memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan kesehatan nasional, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, dukungan filantropi yang dibangun atas dasar kepercayaan dan tata kelola yang baik mampu menjadi pengungkit untuk memperbesar dampak program kesehatan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menkes saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust (DIT) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin 25 Mei 2026.
"Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi. Dan yang kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage," ujar Budi Gunadi Sadikin.
Kerja sama antara DIT dan Kemenkes difokuskan pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu serta anak melalui penyediaan vaksin heksavalen untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular, penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen multiple micronutrient bagi ibu hamil guna mendukung keselamatan persalinan dan mencegah stunting.
Menurut Menkes, di tengah menurunnya bantuan luar negeri untuk sektor kesehatan secara global, keberadaan filantropi menjadi semakin penting dalam mendukung pembiayaan berbagai program kesehatan prioritas di Indonesia. Dana filantropi dapat menjadi katalis untuk menggerakkan lebih banyak sumber daya dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
"Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat," katanya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan ibu dan anak. Meskipun cakupan imunisasi dasar lengkap telah mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat sekitar 960 ribu anak yang belum menerima imunisasi sama sekali atau zero-dose berdasarkan data WHO dan UNICEF tahun 2026.
Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya berperan dalam pengelolaan aset dan investasi negara, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial Indonesia.
Melalui kemitraan ini, DIT bersama Kemenkes diharapkan mampu mempercepat berbagai intervensi yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan anak-anak. Penguatan imunisasi, perbaikan gizi, serta dukungan terhadap infrastruktur layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kematian ibu dan anak serta mencegah masalah gizi kronis sejak dini.
Menutup keterangannya, Menkes menegaskan bahwa tantangan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak termasuk sektor filantropi.
"Dengan kepercayaan, tata kelola yang baik, dan pendekatan pendanaan yang mampu mengungkit kontribusi lebih luas, filantropi dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan merata," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....