Kemenhaj Tekankan Integritas Petugas dalam Sukseskan Haji 2026

  • 08 Apr 2026 15:51 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kementerian Haji dan Umrah menegaskan pentingnya integritas petugas dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Hal tersebut disampaikan Inspektur Jenderal, Dendi Suryadi, saat memberikan arahan dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan persiapan operasional haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Senin (7/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 690 peserta yang terdiri atas Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tenaga Kesehatan, serta Petugas Haji Daerah (PHD) dan unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Dendi menegaskan bahwa kesiapan teknis saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, integritas menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas pelayanan kepada jemaah.

“Secara teknis kita sudah memiliki standar operasional prosedur, standar kerja, dan pedoman yang jelas. Namun yang paling utama adalah integritas. Tanpa integritas, sistem yang baik tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar menjaga profesionalitas selama menjalankan tugas, termasuk dalam menjaga sikap dan perilaku di lapangan. “Petugas harus mampu menjaga diri dan menjunjung tinggi etika. Hindari hal-hal yang dapat merusak integritas selama bertugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dendi menjelaskan bahwa pengawasan penyelenggaraan haji dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pascapelaksanaan melalui evaluasi dan audit. Pemerintah menetapkan tiga target utama, yakni sukses penyelenggaraan ibadah, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan dampak sosial.

Untuk mencapai target tersebut, sejumlah indikator keberhasilan telah ditetapkan, di antaranya terserapnya kuota haji secara penuh, penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah yang hilang, berkurangnya keluhan layanan, serta nihilnya penyimpangan.

“Kita harus memastikan seluruh kuota haji terserap 100 persen. Selain itu, kita juga harus menekan angka kematian jemaah, memastikan tidak ada jemaah yang hilang, serta meminimalkan berbagai keluhan pelayanan,” jelasnya.

Menurut Dendi, petugas haji merupakan ujung tombak pelayanan yang berinteraksi langsung dengan jemaah, sehingga dituntut untuk bekerja profesional, responsif, dan penuh tanggung jawab.

“Petugas haji adalah representasi negara di hadapan jemaah. Pastikan seluruh jemaah terlayani dengan baik dan tidak ada satu pun yang tertinggal. Kita berangkat bersama dan harus kembali bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan doa dalam menjalankan tugas pelayanan. “Ikhtiar harus maksimal, tetapi jangan lupakan doa. Hadirkan nilai-nilai spiritual dalam setiap pelaksanaan tugas agar penyelenggaraan haji berjalan lancar dan penuh keberkahan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dendi turut meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Asrama Haji Kelas I Surabaya. Ia mengecek berbagai fasilitas utama, mulai dari kamar jemaah, ruang layanan kesehatan, area konsumsi, hingga sistem pendukung seperti kebersihan, keamanan, dan alur layanan keberangkatan.

Ia menegaskan bahwa kesiapan fasilitas menjadi bagian penting dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jemaah sejak di tanah air. “Kesiapan sarana dan prasarana harus benar-benar dipastikan. Asrama haji adalah titik awal pelayanan, sehingga kualitasnya harus mencerminkan pelayanan terbaik negara kepada jemaah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap seluruh petugas dan infrastruktur pendukung memiliki kesiapan yang komprehensif, baik dari sisi teknis, fasilitas, mental, maupun integritas. Dengan sinergi yang kuat, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih baik, aman, dan memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....