Waspada Penipuan jelang Lebaran Idul Fitri, Masyarakat Diminta Lebih Hati-hati
- 18 Mar 2026 09:05 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri, aktivitas masyarakat dalam berbagai sektor biasanya meningkat signifikan. Mulai dari belanja kebutuhan hari raya, transaksi keuangan, pengiriman paket, hingga pemesanan berbagai produk secara online.
Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan yang menargetkan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penipuan menjelang hari raya cenderung meningkat. Pelaku memanfaatkan momen ketika masyarakat tengah sibuk mempersiapkan kebutuhan Lebaran sehingga sering kali kurang teliti dalam menerima informasi maupun melakukan transaksi.
Dikutip dari laman komdigi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan menjelang momen hari raya, aktivitas penipuan digital atau scam biasanya mengalami peningkatan.“
Menjelang Lebaran biasanya aktivitas penipuan akan meningkat, termasuk yang memanfaatkan teknologi seperti pengiriman pesan palsu atau SMS penipuan,” ujar Meutya Hafid.
Menurutnya, pelaku sering memanfaatkan teknologi seperti SMS palsu atau perangkat pemancar ilegal (fake BTS) untuk mengirim pesan yang terlihat seolah-olah berasal dari lembaga resmi guna menipu masyarakat.
Berbagai modus penipuan pun bermunculan dengan cara yang semakin beragam dan meyakinkan. Salah satu modus yang paling sering terjadi adalah penipuan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan. Pelaku biasanya mengirim pesan yang mengatasnamakan kerabat, teman, atau bahkan pimpinan di tempat kerja untuk meminta bantuan transfer uang dengan alasan mendesak.
Tidak jarang pelaku menggunakan foto profil dan nama yang menyerupai orang yang dikenal korban. Dengan cara tersebut, korban sering kali percaya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu sehingga langsung melakukan pengiriman uang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai penipuan berkedok undian berhadiah yang marak beredar melalui pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi percakapan. Dalam modus ini, korban diberitahu bahwa dirinya memenangkan hadiah tertentu dan diminta untuk membayar sejumlah biaya administrasi atau pajak agar hadiah dapat dicairkan.
Modus penipuan lainnya yang sering terjadi menjelang Lebaran adalah penjualan barang secara online dengan harga yang jauh di bawah pasaran. Produk yang ditawarkan biasanya berupa pakaian Lebaran, kue kering, parcel, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga. Setelah korban melakukan pembayaran, pelaku kemudian menghilang dan barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim.
Selain penipuan jual beli online, masyarakat juga perlu mewaspadai tautan atau link mencurigakan yang dikirim melalui pesan atau media sosial. Tautan tersebut biasanya mengarah ke situs palsu yang dirancang menyerupai situs resmi untuk mencuri data pribadi maupun informasi perbankan korban.
Pakar keamanan digital mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya. Informasi sensitif seperti kode OTP, PIN, atau data kartu perbankan sebaiknya tidak pernah dibagikan kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku dari bank atau instansi resmi.
Untuk menghindari menjadi korban penipuan, masyarakat disarankan untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan permintaan uang atau hadiah yang tidak pernah diikuti dengan proses yang jelas. Jika menerima pesan dari nomor baru yang mengaku sebagai kerabat atau teman, sebaiknya lakukan konfirmasi langsung melalui nomor yang sudah dikenal sebelumnya.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk bertransaksi melalui platform atau toko online yang terpercaya dan memiliki sistem pembayaran yang aman. Hindari melakukan transfer langsung ke rekening pribadi yang tidak jelas identitasnya.
Apabila menemukan indikasi penipuan, masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. Dengan adanya laporan dari masyarakat, diharapkan tindakan penipuan dapat ditekan dan tidak semakin meluas.
Momentum Lebaran seharusnya menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi serta berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan kerabat. Oleh karena itu, dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....