Jamaah Haji Bengkalis Bertahan di tengah Suhu 47°C dan Jalankan Ibadah

  • 04 Jun 2026 10:59 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Menjelang kepulangan ke Tanah Air, jamaah haji asal Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Kloter 9 dilaporkan sebagian besar berada dalam kondisi sehat dan siap mengikuti proses pemulangan. Meski demikian, para jamaah tetap diminta menjaga kesehatan mengingat cuaca ekstrem di Kota Mekkah yang masih mencapai suhu antara 43 hingga 47 derajat Celsius.

Hal tersebut disampaikan oleh jamaah haji asal Kabupaten Bengkalis, Al Hamidi pada Kamis, 4 Juni 2026 yang saat ini masih berada di Mekkah bersama rombongan jamaah Kloter 9.

Menurut Al Hamidi, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sebagian besar jamaah kini memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbanyak ibadah sekaligus memulihkan kondisi fisik sebelum kembali ke Indonesia.

"Alhamdulillah, secara umum jamaah haji asal Kabupaten Bengkalis dalam keadaan sehat dan kondisi mereka cukup baik. Saat ini kami lebih banyak fokus melaksanakan ibadah wajib maupun ibadah sunnah seperti tawaf sunnah, memperbanyak doa, zikir serta beristirahat untuk memulihkan tenaga setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji," ujar Al Hamidi.

Ia menjelaskan, selain memperbanyak ibadah, para jamaah juga terus mengikuti arahan dari petugas haji terkait jadwal pemulangan, prosedur perjalanan, hingga upaya menjaga kesehatan selama perjalanan kembali ke Tanah Air.

Berdasarkan jadwal yang telah diterima jamaah, rombongan Kloter 9 dijadwalkan berangkat dari Jeddah menuju Batam pada 10 Juni 2026, dan diperkirakan tiba di daerah tujuan pada 11 Juni 2026.

Meski mayoritas jamaah dalam kondisi sehat, Al Hamidi mengungkapkan bahwa petugas kesehatan tetap memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

"Petugas kesehatan terus mengingatkan jamaah, terutama yang berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit, agar menjaga stamina, mengatur aktivitas, dan memperbanyak istirahat. Saat ini masih ada beberapa jamaah yang menjalani perawatan akibat kelelahan, gangguan pernapasan, dehidrasi, serta beberapa keluhan kesehatan lainnya," katanya.

Al Hamidi juga menggambarkan kondisi cuaca di Mekkah yang masih sangat panas. Menurutnya, suhu harian berkisar antara 43 hingga 47 derajat Celsius sehingga risiko dehidrasi dan serangan panas (heat stroke) masih cukup tinggi bagi jamaah.

"Cuaca di Mekkah masih sangat panas. Namun Alhamdulillah, pemerintah Arab Saudi telah menyediakan berbagai fasilitas seperti kanopi peneduh, pendingin udara di sejumlah titik, dan layanan pendukung lainnya yang sangat membantu jamaah saat beraktivitas," ungkapnya.

Untuk menghindari gangguan kesehatan, Al Hamidi mengimbau jamaah agar memperbanyak konsumsi air putih maupun air zam-zam, menghindari aktivitas berjalan kaki dalam jarak jauh pada jam-jam terik, serta menggunakan perlengkapan pelindung diri saat berada di luar ruangan.

"Kami dianjurkan memperbanyak minum air putih dan air zam-zam, menghindari berjalan jauh antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi, menggunakan payung, topi, serta masker yang dibasahi agar tubuh tetap terjaga dari paparan panas. Ibadah tambahan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing," tuturnya.

Dengan kondisi kesehatan yang relatif baik dan persiapan kepulangan yang terus dimatangkan, jamaah haji asal Kabupaten Bengkalis berharap dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat serta membawa predikat haji yang mabrur setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....