Umat Islam Diajak Maksimalkan Amalan Hari Tarwiyah

  • 25 Mei 2026 20:04 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum hari Tarwiyah dengan memperbanyak amalan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hari Tarwiyah yang jatuh pada 8 Zulhijah menjadi salah satu hari istimewa dalam rangkaian ibadah haji sekaligus memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia.

Pembimbing ibadah Arminareka Perdana, Gibran Saiful Bahri mengatakan hari Tarwiyah merupakan momentum penting yang identik dengan persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah. Pada hari tersebut, jemaah haji mulai bergerak menuju Mina untuk melaksanakan mabit sebelum wukuf di Arafah.

Menurut Ustad Gibran, selain memiliki makna historis dalam pelaksanaan ibadah haji, Hari Tarwiyah juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, baik bagi jemaah haji maupun umat Islam yang tidak sedang berhaji.

“Hari Tarwiyah adalah hari yang sangat baik untuk memperbanyak ibadah, memperkuat niat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an serta menjaga hati dan lisan,” ujar Gibran, Senin 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu amalan yang dianjurkan pada Hari Tarwiyah adalah melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Puasa tersebut diyakini memiliki keutamaan besar sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut Hari Arafah dan Iduladha.

Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid dan tahlil pada hari-hari awal Zulhijah karena termasuk waktu yang dicintai Allah SWT untuk melakukan amal kebajikan. Gibran menilai momentum tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak introspeksi diri.

Menurutnya, semangat pengorbanan dan keikhlasan yang terkandung dalam rangkaian ibadah haji juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk memperkuat kepedulian sosial serta mempererat ukhuwah sesama muslim.

Sementara itu, suasana menjelang hari Tarwiyah di Tanah Suci juga mulai dipenuhi aktivitas persiapan jemaah haji menuju Mina. Para pembimbing ibadah terus memberikan arahan kepada jemaah agar menjaga kondisi kesehatan dan fokus menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk.

Arminareka Perdana berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalani fase puncak ibadah haji dengan lancar, sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....